- Sebarkan "Virus" Perdamaian dan Riding Skuter di Palembang, Slank Bakal Rilis Album Terbaru pada 5 Juni 2026
- Buronan Kasus Pelecehan Seksual Ditangkap di Rumah Tetangga
- Olahraga Bersama Insan Media, Kodam II/Sriwijaya Turut Menjaga Ketahanan Informasi Nasional
- Pangdam II/Swj Ambil Sumpah 1.583 Tamtama Remaja, Kasad: Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan
- Tinjau Koperasi Merah Putih di Lahat, Apresiasi Pembangunan dan Dorong Ekonomi Lokal
Jelang Puasa dan Lebaran, Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Jelang puasa Ramadan dan Idulfitri 1439 Hijriah, harga sembilan bahan pokok (sembako), daging, cabai, bawang dan lainnya mulai merangkak naik di beberapa daerah di Sumatera Selatan. Akan tetapi, pemerintah melalui Dirjen Kementerian Perdagangan, Srie Agustina mengungkapkan pasokan dan harga bahan pokok masih tetap stabil.
Upaya tersebut disampaikannya saat Rapat Koordinasi Daerah Stabilisasi Harga dan Pasokan/Stok Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1439 di Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Kamis (26/4). “Kami kawal pasokan dan harga barang kebutuhan pokok di pasar agar stabil dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Ramadan dan lebaran,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Republik Indonesia Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) memberikan peringatan keras terhadap mafia harga sembako, baik agen maupun pedagang. Hal itu diungkap Direskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Zulkarnain. Menurut dia, pihaknya mulai melakukan pemantauan serta pengecekan terhadap bahan bahan pokok, khususnya di seluruh pasar yang ada di Palembang, terutama Pasar Induk Jakabaring.
Dikatakan Zulkarnain, pihaknya telah bekerja sama dengan Kasatreskrim untuk memantau perkembangan harga bahan pokok. Sejauh ini, masih tahap wajar. “Sejauh ini, hasil pengecekan kami bersama kasatreskrim, harga bahan pokok di sejumlah pasar Palembang masih standar dan tahap wajar. Kami akan memantau terus,” ujarnya, dikonfirmasi Simbur belum lama ini.
Masih kata Zulkarnain. Penyebab terjadinya peningkatan harga sembako menjelang Ramadan, dikarenakan permintaan bahan pokok yang meningkat, sehingga para penjual ingin meraup keuntungan lebih banyak. Kombes Pol Zulkranain menyatakan bahwa akan mengupayakan untuk masalah bahan pokok agar tetap stabil seperti tahun lalu. “Saya akan mengupayakan untuk bahan pokok agar tetap stabil harganya. Kalaupun meningkat paling naiknya sekitar 500 rupiah,” jelasnya.
Senada dikemukakan Saim Marhadan, ketua MUI Palembang. Pihaknya pun menyatakan sikap MUI mengenai kenaikan harga sembako menjelang puasa melonjak lebih mahal, sekitar 30-50 persen. Ia menambahkan, ketika harga sembako naik sebelum puasa namun sampai lebaran berakhir harga sembako tidak turun lagi.
“Iya pasti menjelang puasa atau Lebaran (Idulfitri) harga sembako bakal naik sekitar 30-50 persen. Anehnya, ketika bahan sembako naik, tidak akan turun lagi sampai lebaran tiba. Seolah warga menerka siapa sebenarnya yang menaikkan harga sembako atau pokok, apakah pedagang atau siapa,” ungkap Saim, dihubungi melalui telpon selulernya, Kamis (26/4).
Ditanya tindakan MUI menjelang puasa? Saim pun menyatakan untuk sementara belum ada kegiatan yang diperintahkan oleh pemerintah. Menurut dia, MUI siap melaksanakan survei terhadap bahan pokok atau sembako. “Sementara belum ada perintah. Dari pihak kami hanya mengikuti perintah perdagagangan atau BPOM. Jika masalah halal atau tidak, kami siap survei,” jelasnya.
Saim pun berharap agar pemerintah harus benar-benar komitmen dalam menekan harga sembako. “Harapannya semoga pemerintah komitmen dalam masalah kenaikan harga sembako,” terangnya.
Sikap tegas pemerintah, kepolisian, MUI sedikitnya membawa angin segar bagi Rini (42), warga di sekitar Km 5 Palembang. Dirinya pun menyampaikan harapan agar harga bahan pokok tetap stabil. “Harapan saya, harga sembako tetap stabil,” singkatnya.
Akan halnya, Nenden, penjual sembako di Pasar Km 5 Palembang menyatakan bahwa belum ada kenaikan harga menjelang puasa. “Masih stabil semua. Mungkin karena puasa masih seminggu lagi. Biasanya tiga hari mau puasa, baru naik tapi tidak tau tahun ini,” ungkapnya.
Sementara itu, kenaikan harga sembako justru lebih dahulu terjadi di kabupaten/kota di Sumsel. Salah satunya, di Pasar Kayuagung. Beberapa bahan pokok seperti ayam dan daging lainnya mulai merangkak naik. Irawadi, pedagang ayam di Pasar Kayuagung, mengatakan, kenaikan ini mulai terjadi hampir sepekan terakhir. Untuk saat ini, harga daging ayam tembus Rp38 ribu per kilogram. “Harganya terus meningkat, mulai dari awalnya Rp35 ribu perkilogram, Rp36 ribu, Rp38 ribu dan mungkin bisa saja Rp39 ribu,” katanya, Kamis (26/4).
Menurutnya, salah satu penyebab kenaikan ini adalah adanya pengurangan atau pembatasan pasokan dari agen. “Iya dibatasi. Selain itu, harga dari agen juga naik. Jadi dengan pedagang lainnya juga sepakat harus menaikkan harga. Kalau biasanya 200 kilogram per hari sekarang hanya dapat jatah 150 kilogram saja,” ungkapnya seraya menambahkan permintaan daging ayam juga perlahan naik.
Tak hanya pada daging ayam saja, kenaikan ini juga terjadi pada beberapa jenis sembako lainnya. Terlebih menjelang Ramadan permintaan akan sembako ini memang mengalami peningkatan. “Biasanya selain untuk persiapan Bulan Ramadan, permintaan pembeli ini meningkat juga meningkat karena akan menggelar hajatan seperti pernikahan, sedekah ruwahan,” ujarnya.
Terkait hal ini, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan dalam Negeri Dinas Perdagangan OKI, Guntur mengungkapkan, kenaikan harga seperti ini menjadi hal yang kerap terjadi. “Kenaikan ini biasanya terjadi karena tingginya permintaan di tingkat konsumen. Momen inilah yang dimanfaatkan pedagang untuk menaikkan harga dari tingkat produsen,” ungkapnya.
Meskipun demikian, dirinya memprediksi harga sembako dan daging ini akan normal saat Ramadan. “Untuk menekan harga agar tidak mengalami kenaikan yang lebih tinggi lagi, jelang Ramadan rencananya akan digelar operasi pasar gabungan. Sekaligus untuk mengontrol harga bahan pokok ini,” ungkapnya.
Menurutnya, hingga saat ini pihaknya melalui petugas terus melakukan kontrol di lapangan. Dari laporan petugas di lapangan untuk harga daging Rp140 ribu/kg, telur ayam Rp20 ribu/kg, bawang merah Rp40 ribu/kg, bawang putih Rp40 ribu/kg, cabai merah keriting Rp 40 ribu/kg, cabai rawit Rp69 ribu/kg, minyak goreng sachet Rp14 ribu/kg, minyak goreng Rp12 ribu/kg dan telur ayam Rp20 ribu/kg.(cjs01/yrl)



