Pendidikan Tentukan Masa Depan Anak

KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Anak merupakan salah satu sasaran program yang dimiliki oleh Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI terhadap para anak-anak ini adalah program Satu Desa Satu PAUD uang telah berhasil direalisasikan 2017 yang lalu.

Perhatian tinggi yang diberikan terhadap anak ini menurut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati OKI, H M Rifa’i SE adalah karena anak merupakan harapan masa depan bangsa. “Anak-anak ini harapan masa depan OKI, harapan masa depan bangsa,” kata Rifa’i saat menghadiri launching Raudhatul Athfal (RA) Purwanida, Kamis (26/4).

Karena anak adalah harapan masa depan, lanjut Rifa’i, perlu diberikan stimulus dan asupan yg tepat agar pertumbuhan otak dan usianya dapat maksimal. “Diharapkan dapat menghasilkan anak yang cerdas dan kreatif,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, karakter manusia ini dapat terbangun sejak usia antara 1-10 tahun, terutama pada usia 1-2 tahun. Oleh karena itu, peran orangtua sangatlah penting dalam perkembangan anak.

Pada usia yang lebih lanjut,  melalui lembaga seperti Raudhatul Athfal ataupun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu lembaga yang mampu membantu perkembangan anak untuk menjadi lebih kreatif. “Kreativitas anak sangat dibutuhkan, sehingga ke depan, suatu saat ketika anak dalam kesulitan dia dapat mencari keluar. Orang kreatif cenderung lebih mudah menemukan dan menyelesaikan masalah,” terangnya.

Satu hal lagi yang tidak mungkin dilupakan dalam mendidik anak adalah pendidikan agama, karena ini akan menjadi akan berbudi pekerti yang baik. “Para orangtua tentunya sangat mendambakan anak-anak soleh dan cerdas serta berguna bagi nusa dan bangsa, dan ini tidak akan datang begitu saja. Makanya perlu pendidikan agama,” tegasnya.

Kehadiran lembaga pendidikan anak RA Purwanida yang berbasis islami ini sendiri merupakan salah satu upaya dan sejalan dengan program Kabupaten OKI, yang ingin mengentaskan buta aksara Al-Qur’an. Dikatakan Kepala Kantor Departemen Agama Kayuagung, Arkan Nurwahidin program tersebut juga sejalan dengan program yang ada di kementerian agama.

“Jadi selain inovasi rumah tahfiz, program pengentasan buta aksara Alquran ini juga menjadi salah satu inovasi yang dimiliki oleh kemenag,” katanya. (yrl)