- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Dua Bocah Tewas Tenggelam
PEDAMARAN, SIMBURNEWS – Kondisi sungai yang sedang pasang seperti saat ini kerap dijadikan tempat bermain bagi anak-anak. Akan tetapi, keseruan mereka bermain di air tak mereka sadari bahwa hal tersebut dapat membahayakan.
Nahas dialami dua anak di Desa Lebuh Jarak, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (20/3) sore. Saat sedang asyik bermain bersama teman-temannya, dua anak bernama H (15) dan R (9) harus meregang nyawa akibat tenggelam saat bermain di air.
Informasi yang dihimpun dari kepala desa (kades) setempat, Gusman, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, terang Gusman, awalnya anak-anak tersebut sedang bermain petak umpet di air. “Setelah beberapa saat dicari oleh teman-temannya dua anak ini lama tidak keluar, selanjutnya mereka langsung memberitahukan orang-orang,” katanya saat dikonfirmasi.
Mendapatkan informasi tersebut, lanjut Gusman, para warga langsung beramai-ramai mencari korban. “Setelah sekitar setengah jam, dua anak ini berhasil ditemukan. Memang saat kejadian anak-anak ramai main air di sana, dan memang kondisi air saat ini sangat dalam dan deras (arusnya), berbeda dari sebelumnya,” jelasnya seraya menambahkan agar anak-anak maupun orangtua dapat lebih berhati-hati.
“Kejadian ini memang sangat mengejutkan masyarakat, apalagi keduanya bisa berenang. Pasca kejadian, banyak warga yang berdatangan melayat kedua anak ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kanit Intel Polsek Pedamaran, Bripka Yan Handri SH saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ditemukan, kedua korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. “Sempat dibawa ke Puskesmas Pedamaran, tapi nyawa korban tidak bisa tertolong,” ungkapnya seraya menegaskan agar masyarakat khususnya anak-anak untuk dapat lebih berhati-hati. Apalagi, saat ini kondisi sungai disekitar sangat dalam dan dengan arus yang juga sangat deras. (yrl)



