Tetap Amankan Kegiatan Masyarakat sebelum Sertijab

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Gerbong Kepolisian Republik Indonesia Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) kembali berubah. Hal itu diketahui dari mutasi146 anggota kepolisian di lingkungan Polda Sumsel. Perubahan dalam jabatan tersebut didasarkan Surat Telegram Kapolda Sumsel No ST/228/II/2018 tanggal 22 Februari 2018.

Dikonfirmasi Simbur, Kompol M Hadiwijaya ST mengatakan, sebagai salah satu perwira yang mendapat promosi jabatan baru dirinya tengah menunggu serah terima saja. “Sementara menunggu serah terima (jabatan), masih banyak agenda dan kegiatan masyarakat yang harus diamankan, seperti kampanye dan sebagainya,” ungkapnya, Jumat (23/2).

Sejumlah kepala kepolisian sektor (kapolsek) diketahui terkena rotasi dan mutasi kali ini. Kompol M Hadiwijaya yang sebelumnya menjabat Kapolsek Ilir Timur II Polresta Palembang mendapat jabatan baru sebagai Kaurprodok Subbidpaminal Bidpropam Polda Sumsel. Jabatan Kapolsek Ilir Timur II kini diisi Kompol Milwani yang sebelumnya menjabat Kapolsek Ilir Barat II Polresta Palembang. Sementara, jabatan Kapolsek Ilir Barat II kini diisi oleh Kompol Dwi Utomo yang sebelumnya menjabat Kasubbagkajiananalisa BagRBP Rorena Polda Sumsel.

Sementara itu, Kompol Milwani yang dikabarkan akan mengisi jabatan Kapolsek Ilir Timur II sebelumnya menjabat Kapolsek Ilir Barat II. Diketahui, beberapa hari lalu polsek di bawah komando Kompol Milwani sempat didemo warga akibat membubarkan pesta organ tunggal yang digelar Aliansi Sopir Angkot Tangga Buntung, di Jalan PSI Lautan, Lorong Kedukan I, Selasa (20/2) malam.

Kepada wartawan, Kompol Milwani mengatakan, pihaknya terpaksa membubarkan acara organ tunggal karena kegiatan ini tidak ada izin. Selain itu, acara ini juga mengganggu lalu lintas dan juga melanggar jam kegiatan hiburan. “Jadi terpaksa kami bubarkan karena mengganggu kenyamanan warga lain, dan juga tidak mengantongi izin,” ungkapnya, Rabu (21/2).

Warga yang merasa dirugikan karena hiburan OT dihentikan, mendatangi Polsek IB II. Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Sopir Angkot Tangga Buntung menduga tindakan kepolisian membubarkan pesta organ tunggal sebagai sikap arogan.(maz)