- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
Korban Tewas 2 Orang, 11 Lagi Belum Ditemukan
# Speedboat Awet Muda Karam di Tanjung Lago
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Akibat tingkat kesulitan yang cukup tinggi, korban hilang kecelakaan Speedboat Awet Muda di perairan Bagan 13 Tanjung Serai, Kecamatan Tanjung Lago Banyuasin, Tim SAR yang merupakan gabungan dari Basarnas kota Palembang, Danlanal, Koramil, Ditpolair Polda Sumsel, Polsek Tanung Lago yang dibantu oleh masyarakat, belum bisa menemukan 11 penumpang yang dinyatakan hilang.
Kepala Basarnas kota Palembang, Toto Mulyono menjelaskan sejauh ini perkembangan tim SAR gabungan masih sedang melakukan pencarian dan penyisiran. Dan, untuk saat ini, seluruh korban yang dinyatakan hilang, masih belum ditemukan sampai dengan siang hari ini.
“Hal tersebut karena tingkat kesulitannya yang cukup tinggi, dimana bentangan sungai tersebut kurang lebih dua kilometer, air sungai yang sangat keruh, pasang surut cukup tinggi dan di samping kanan dan kiri sungai adalah hutan bakau,” ungkapnya saat dikonfirmasi Simbur, Kamis (4/1).
Masih kata Toto, terkait cuaca, dirinya menjelaskan jika tadi malam tim SAR diguyur hujan deras, tadi pagi hujan gerimis dan siang ini cuaca cerah berawan (mendung). “Saya pikir untuk cuaca saat ini (siang hari) cukup baik karena jarak pandang kami cukup jauh sekitar lima sampai delapan kilometer. Dan, saya pikir cuaca saat ini tidak mengganggu proses pencarian korban,” ujarnya.
Saat ditanya terkait waktu pelaksanaan operasi SAR, Toto mengatakan bahwa menurut SOP atau standar SAR nasional, operasi SAR akan dilaksanakan selama tujuh hari sejak kejadian kecelakaan atau bencana. Setelah tujuh hari, apabila masih ada korban yang akan dicari atau belum semuanya dapat ditemukan, berdasarkan hasil evaluasi tentunya akan ada kebijakan-kebijakan terkait operasi yang dilakukan. “Tujuh hari itu (sifatnya) fleksibel, masih besar kemungkinan operasi akan dilanjutkan,” ungkapnya.
Dari data yang dihimpun ungkap Toto, korban yang selamat berjumlah 42 orang, dimana, tadi malam sekitar pukul 21.15 WIB dua orang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dan sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara. Dan, informasi dari korban selamat baik dari kerabat maupun teman, masih ada 11 orang lagi yang harus ditemukan dan saat ini masih dinyatakan hilang.
“Harapan kami, untuk pemilik moda transportasi agar memperhatikan keselamatan pengguna jasa transportasi dalam hal ini adalah penumpang, dengan menyediakan pelampung atau life-jacket. Seharusnya penumpang menggunakan life-jacket saat berada di atas air dan memperhatikan faktor alam seperti cuaca, kondisi air atau kondisi jalur terkait adanya baok atau kayu yang mengapung di sungai,” harap Toto seraya mencontohkan, seperti di belakang pasar 16 Ilir itu, tambahnya, pengguna jasa transportasi air baik Jukung, speedboat, ataupun ketek tidak terlihat masyarakat (penumpang) atau pemilik moda transportasi menggunakan life-jacket sebagai pelindung keamanan pada saat di atas air,” tambahnya.
Sementara, Direktur DitPolair Polda Sumsel, Robinson Siregar membenarkan jika saat ini tim SAR masih sedang melakukan pencarian korban hilang. “Masih belum ditemukan korban(nya),” singkatnya kepada Simbur melalui pesan singkat.
Untuk diketahui, speedboat nahas tersebut rencananya berangkat dari Banyuasin menuju kota Palembang dengan membawa 55 penumpang. Namun, akibat kecelakaan tersebut, dua penumpang ditemukan tewas dan 11 dinyatakan hilang.
Adapun identitas korban meninggal dunia adalah, Margono dan anaknya. Sementara 11 penumpang yang sampai saat ini masih dinyatakan hilang adalah Yusril, Doyok, Henmas, Iriko, Ujang Obral, Ujang Mas, Willy, Arisal, Sief, Naziri dan anaknya.
Sementara, 42 penumpang yang berhasil menyelematkan diri dengan berenang ke tepi sungai antara lain, Indriadi, Asril, Sangkur, Ali, Panjes, Darul, Zakar, Nursidik, Prat, Fredi, Rahma, Soiba, Panca, Chandra, Makmur, Cisal, Ali, Suhaimi, Tarmin, Rob, Bayat, Rendi, Mad, Jep, Anggi, Mon, Tris, Syafrizal, Nurman, Yefrizon, Arlis, Hendri, Arif, Kopik, Nasik, Herman, Rofi, Ahmad, Yuda, Rahman, Ipuh, Somad (kenek speedboat). (mrf)



