- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Pelatih Harus Berkompeten
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Sebanyak 55 calon pelatih mengikuti pelatihan dan sertifikasi pelatih fisik tingkat nasional di Hotel Wisata Palembang, Selasa (19/12). Selanjutnya, para pelatih ini diharapkan dapat lebih bertanggungjawab dalam menjalankan tugasnya.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Selatan (Sumsel), Ahmad Yusuf usai membuka pelatihan yang akan berlangsung selama empat hari ini. “Pelatih harus punya karakter dan nilai-nilai keteladanan yang bisa diberikan kepada atlet, sehingga bisa memberikan nilai-nilai kebaikan juga,” katanya Yusuf.
Dirinya juga menegaskan agar jangan sampai jadi pelatih bodong. “Ini sejalan dengan kebijakan yang diarahkan Pemprov Sumsel yang salah satunya, antara lain ketersediaan SDM khususnya bidang olahraga. Apalagi, saat ini di Jakabaring sudah ada fasilitas training camp yang terintegrasi sehingga akan lebih memudahkan dalam pelatihan,” ujarnya.
Dirinya mengharapkan kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan wawasan, kompetensi baik di tingkat Sumsel dan nasional. “Ini untuk pembinaan olahraga Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, instruktur pelatihan Dr Rialumin Tuarso MSi mengatakan, para pelatih ini tidak bisa hanya berdiam diri dengan segala kemampuannya. Dengan ilmu yang ada, menurutnya, para pelatih ini dapat membangkitkan kembali semangat dan era jaya Indonesia.
“Sekarang di era teknologi pelatih bisa menggunakan iptek untung pengembangan. Sekarang tidak hanya dari buku, tapi juga bisa memanfaatkan banyak teknologi yang tersedia,” jelasnya.
Dirinya juga menjelaskan, dengan pelatihan seperti ini juga dapat menggali potensi yang ada di daerah, sehingga tidak lagi hanya mengandalkan sentralisasi saja, tapi membangkitkan dan membina semangat nasional dari daerah. “Di daerah ini kekuatannya sangat besar,” pungkasnya. (yrl)



