- Nilai-Nilai Perjuangan Jenderal Bambang Utoyo, Tegaskan Integritas, Niat Murni, dan Kesederhanaan sebagai Teladan Bangsa
- Keok Praperadilan, Dua Beranak Tersangka Suap Proyek Irigasi di Muara Enim Dilimpahkan ke Pengadilan
- Pulang Ibadah Haji, Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKU Timur Susul Dua Rekannya Masuk Bui
- Kodam II/Sriwijaya Tancap Gas, Palembang Pimpin Progres Koperasi Desa Merah Putih
- Deninteldam II/Sriwijaya Gagalkan Pengiriman 1 Kg Sabu dari Palembang ke Empat Lawang
Pelatih Harus Berkompeten
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Sebanyak 55 calon pelatih mengikuti pelatihan dan sertifikasi pelatih fisik tingkat nasional di Hotel Wisata Palembang, Selasa (19/12). Selanjutnya, para pelatih ini diharapkan dapat lebih bertanggungjawab dalam menjalankan tugasnya.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Selatan (Sumsel), Ahmad Yusuf usai membuka pelatihan yang akan berlangsung selama empat hari ini. “Pelatih harus punya karakter dan nilai-nilai keteladanan yang bisa diberikan kepada atlet, sehingga bisa memberikan nilai-nilai kebaikan juga,” katanya Yusuf.
Dirinya juga menegaskan agar jangan sampai jadi pelatih bodong. “Ini sejalan dengan kebijakan yang diarahkan Pemprov Sumsel yang salah satunya, antara lain ketersediaan SDM khususnya bidang olahraga. Apalagi, saat ini di Jakabaring sudah ada fasilitas training camp yang terintegrasi sehingga akan lebih memudahkan dalam pelatihan,” ujarnya.
Dirinya mengharapkan kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan wawasan, kompetensi baik di tingkat Sumsel dan nasional. “Ini untuk pembinaan olahraga Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, instruktur pelatihan Dr Rialumin Tuarso MSi mengatakan, para pelatih ini tidak bisa hanya berdiam diri dengan segala kemampuannya. Dengan ilmu yang ada, menurutnya, para pelatih ini dapat membangkitkan kembali semangat dan era jaya Indonesia.
“Sekarang di era teknologi pelatih bisa menggunakan iptek untung pengembangan. Sekarang tidak hanya dari buku, tapi juga bisa memanfaatkan banyak teknologi yang tersedia,” jelasnya.
Dirinya juga menjelaskan, dengan pelatihan seperti ini juga dapat menggali potensi yang ada di daerah, sehingga tidak lagi hanya mengandalkan sentralisasi saja, tapi membangkitkan dan membina semangat nasional dari daerah. “Di daerah ini kekuatannya sangat besar,” pungkasnya. (yrl)



