Robohnya “Cagar Budaya”

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menanggapi dingin rencana somasi terhadap dirinya yang akan dilayangkan Aliansi Rakyat dan Advokat Peduli Cagar Budaya. “Aku belum baca nian untuk hal (somasi) itu,” ungkap Alex Noerdin kepada awak media di Griya Agung, Selasa (28/11).

Menanggapi aksi somasi ini, Gubernur mengatakan, dalam hal pembongkaran ini memang ada dua sisi. Pertama, pihak yang menolak pembongkaran dan ada tuntutan dari para pedagang yang meminta untuk segera dibangun. Menurutnya, di pasar tersebut ada beberapa tiang yang sudah rapuh dan bisa mengancam keamanan.

“Dikuatkan tidak bisa, kalau harus pasang tiang di sebelahnya untuk nopang tidak bisa karena sempit, alat berat tidak bisa masuk. Jadi, any time ada gempa, sedikit saja gempa di Bengkulu misalnya, merembet ke sini (Palembang) getarannya, bisa roboh,” ungkap Alex di Griya Agung, Selasa (28/11).

Jadi, lanjut Alex, sepakati saja, walaupun itu cagar budaya, tapi ada klausul dalam Undang-undang boleh digunakan. “Misalnya persyaratan ini. Untuk pembongkaran, izin sedang dibahas dan dirapatkan,” ujarnya. (yrl)