Pemerintah Daerah Harus Peduli

PALEMBANG, SIMBURNEWS – Sebagai pemilik wilayah, pemerintah daerah (provinsi/kabupaten/kota) harus mampu membuat kebijakan-kebijakan strategis bagi daerahnya. Apalagi, hal tersebut terkait dengan sejarah dan kebudayaan. Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya, sampai saat ini belum mampu mengungkap sejarah lengkap tentang kerajaan maritim terbesar di abad ke-13 sM. Tentu saja, keberadaan benda-benda cagar budaya baik di darat maupun di perairan Sumsel, akan menjadi bukti penting untuk mengungkap peradaban besar Sriwijaya.

Menurut salah seorang pengamat budaya Sumsel, Saudi Berlian saat dikonfirmasi Simbur, Jumat (22/9), secara wilayah potensi cagar budaya adalah milik pemerintah setempat. Pemerintah harus peduli dan punya sikap terhadap keberadaan benda-benda cagar budaya. Kecuali kawasan tersebut milik orang lain atau swasta, maka pemerintah setempat harus membangun komunikasi terhadap pemilik lahan terkait keberadaan potensi cagar budaya.

Terkait banyaknya replika benda cagar budaya yang disimpan di Sumsel, menurut Saudi adalah berawal dari ketidak pedulian terhadap temuan cagar budaya. Karena benda cagar budaya memiliki nilai ekonomi yang tinggi, mungkin saja ada sindikat pencurian barang muatan kapal tenggelam (BMKT). Karena semakin tinggi nilai sejarah, maka semakin tinggi juga nilai ekonominya. Kehilangan benda cagar budaya tentu berpengaruh terhadap kehidupan sosial daerah tersebut, karena temuan itu adalah salah satu media untuk melihat gambaran kehidupan di masa lalu.

“Replika itu ada karena barangnya (aslinya) ada. Kita belum bisa mengatakan aslinya hilang. Walaupun aslinya itu ada di daerah atau negara lain, tentu benda tersebut memiliki catatan perjalanan. Dan catatan awal dari temuan cagar budaya seharusnya dimiliki oleh pemerintah setempat. Namun, semua akan kembali kepada kesiapan daerah untuk melakukan inventarisasi, karena jika tidak maka itulah penyebab adanya benda temuan yang dibawa oleh peneliti dan ada juga yang dikuasai oleh orang banyak,” pungkasnya. (mrf)

 

(Baca berita selengkapnya di surat kabar Simbur Sumatera edisi Oktober 2017)