- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Dua Sopir Diamankan, Bakal Ada Aksi Balas Dendam
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Adanya aksi sweeping AO yang dilakukan oleh oknum angkutan konvensional (AK), Syafrudin menilai hal tersebut lebih merupakan ketidakpuasan dari sopir AK. “Kami inginkan adalah aksi damai bukan aksi anarki namun dicederai dengan tindakan diluar dugaan saya selaku kordinator aksi. Kami juga menyesalkan aksi anarki tersebut. Kedepan, aksi anarki tersebut tidak akan terjadi lagi, karena kami juga ingin menciptakan suasana kota Palembang yang kondusif terlebih jelang Asian Games 2018 mendatang,” ujarnya.
Sementara, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono yang ikut memantau aksi demo sopir angkot menjelaskan bahwa sudah ada beberapa sopir yang diamankan terkait aksi sweeping. “Tadi memang ada aksi spontan dari para sopir angkutan kota terkait dengan masalah AO dan sempat ada beberapa oknum massa yang menghadang di jalan (sweeping AO), namun sudah bisa diatasi dan ada beberapa yang diamankan. Sementara ini masih akan dimintai keterangan,” jelasnya.
Dijelaskan bahwa secara umum, kondisi sudah kondusif kembali dan dirinya menghimbau kepada massa aksi agar tertib dalam melakukan aksi unjuk rasa dan tidak melakukan aksi anarkis atau mengganggu ketertiban umum yang lain. “Kami akan berkoordinasi dengan para pengelola AO, melakukan patroli dan monitoring di wilayah kota Palembang agar aksi anarkis tidak terjadi,” ujarnya.
Untuk mencegah terjadinya aksi serupa dan aksi balas dendam AO terhadap AK, Kombes Pol wahyu sudah menginstruksikan kepada jajarannya untuk sebisa mungkin hal tersebut terjadi. “Anggota kami juga sudah turun ke jalan untuk mengantisipasi adanya aksi sweeping susulan dan kami akan pantai di ruas-ruas jalan agar aksi serupa tidak terjadi lagi,” pungkasnya.
Sementara, dua sopir angkot jurusan Palimo yang diduga memprovokasi massa, Firmansyah dan Bambang menjelaskan kronologi sweeping. “Sebenarnya saya dan Bambang bukan provokator justru kami ingin menyelamatkan sopir avanza yang diduga taksi online itu. Demi menyelamatkan korban dari amukan massa, Bambang malah kena bogem mentah dan dompetnya hilang saat diamankan petugas,” terangnya kepada Simburnews.
Hal itu dibenarkan Bambang yang mengatakan jika dirinya siap ikut ke kantor polisi jika memang keterangannya dibutuhkan. “Saya siap memberikan keteranagn jika dibutihkan oleh kepolisian kalau mamang salah. Bahkan niat saya justru mengalami kerugian karena sempat kena pukul dan juga dompet hilang saat diamankan polisi. Bukan saya yang provokasi massa. Saya tidak tidak tahu siapa yang melakukan dan tidak kenal semuanya karena semua trayek hadir disini” pungkasnya.
Dari keterangan keduanya, diketahui bahwa sempat ada aksi sweeping yang dilakukan massa aksi terhadap seorang sopir online yang sedang mengantar tumpangan. Saat lewat depan DPRD, beberapa peserta aksi berteriak dan menghadang laju mobil. Beberapa saat kemudian terdengar pecahan kaca mobil. Mencegah aksi semakin anarkis, petugas kepolisian kemudian mengamankan sopir yang diduga sebagai provokator. (mrf)



