- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Dilibatkan saat Asian Games, Harus Fit and Proper Test
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Gubernur Sumatera Selatan, H Alex Noerdin menegaskan jika pramuka akan dilibatkan dalam perhelatan Asian Games (AG) 2018. “Sebagai panitia pelaksana, kami akan membutuhkan volunteer kurang lebih tiga ribu orang. Semua akan dilibatkan termasuk anggota pramuka, tetapi akan dipilih, fit and proper test,” ungkapnya.
Alex menambahkan, untuk mengadakan event internasional di buper Gandus, Alex belum bisa berbicara banyak. “Nanti, kita cari (dananya) dulu. Ini (lagi) ngos-ngosan,” pungkasnya.
Ketua Kwarda Sumsel, Mukti Sulaiman sangat mendukung kebijakan Gubernur yang akan melibatkan pramuka saat Asian Games 2018 mendatang. “Kegiatan pramuka tingkat internasional hal yang paling penting adalah saling kenal mengenal tentang kebudayaan,” ungkapnya.
Dikatakannya pula, pramuka adalah nonpartisan, maka pramuka tidak mengenal perbedaan ras. Jadi semuanya adalah teman dan saudara. Jika dikaitkan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka hal itu (pendidikan pramuka) sangat ampuh untuk menjaga keutuhan NKRI. Makanya, pramuka tidak pernah terjadi kisruh karena semuanya boleh masuk atau bergabung asal sesuai dengan syarat-syaratnya.
“Kalau dikatakan pramuka khususnya di Sumsel, makin maju ya makin maju. Pembinaan terus kami lakukan, kegiatan juga terus kami lakukan. Namun, cabang-cabang di kabupaten itulah yang masih beragam. Ada bupatinya yang sudah memperhatikan pramuka dengan baik, namun ada juga yang belum. Nah, itu tugas saya nanti. Kalau misalnya ada kepala daerah yang kurang mengerti itu wajar karena belum tentu dia masuk pramuka. Tugas Kwarda untuk memberikan pemahaman itu. Jadi saya harus keliling untuk itu. Untuk program prioritas kami sendiri adalah meningkatkan kemampuan pelatih dan pembina karena pelatih itukan di sekolah-sekolah,” ujarnya.(mrf)
(Baca berita selengkapnya di surat kabar Simbur Sumatera edisi Agustus 2017)



