- Rindam II/Sriwijaya Gembleng 365 Calon Prajurit Siswa di Lahat
- Satu Korban Tewas akibat Gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah
- Nilai-Nilai Perjuangan Jenderal Bambang Utoyo, Tegaskan Integritas, Niat Murni, dan Kesederhanaan sebagai Teladan Bangsa
- Keok Praperadilan, Dua Beranak Tersangka Suap Proyek Irigasi di Muara Enim Dilimpahkan ke Pengadilan
- Pulang Ibadah Haji, Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKU Timur Susul Dua Rekannya Masuk Bui
Orang Suruhan Developer Nakal Ingin Cabut Patok Tanah Warga
PALEMBANG – Setelah dilaporkan ke Mapolda Sumsel dan Komisi III DPRD Kota Palembang atas dugaan penyerobotan dan pengerusakan, developer Gapura Residence yang dikelola H Iran Suhadi ST MM kerap mencari akal dengan pura-pura beritikad baik. Developer mulai membuat dam (ris) pada parit di perumahan yang terletak di Jl Masjid RT 12 RW 03 Palembang.
Namun sayang, beberapa tukang, orang suruhan developer H Iran Suhadi ST MM telah memasuki pekarangan rumah warga dan bermaksud mencabut patok tanah untuk mengukur parit perumahan Gapura Residence yang bermasalah, Kamis (14/3). “Kami cabut dulu patoknya, nanti dipasang lagi. Kami mau masang tali (untuk membuat parit),” tanya Agus (23).
Tukang lainnya, Maman (50) menambahkan, dirinya dan beberapa tukang hanya disuruh dan menerima upahan. “Kami kerja hanya disuruh (developer) melalui Banu, Soleh dan Ayin (mandornya suruhan H Iran Suhadi ST MM),” ungkap Maman.
Lurah Talang Jambe, Zulkarnain BA membenarkan pihak developer akan membuat parit di perumahan tersebut. “Biarlah mereka membuat parit. Asal jangan masuk pekarangan tanah warga karena urusannya belum selesai (di kepolisian),” tegas Zulkarnain, Kamis (14/3).
Dikatakan Lurah, persoalan tanah, pihak developer siap berseteru dengan warga. “Soal dugaan penyerobotan tanah, kata pihak developer siap. Nah, tinggal kasus pengerusakan yang harus diselesaikan. Semua berkas pengajuan IMB sudah saya kembalikan dengan pihak developer, tidak saya tanda tangani,” pungkas Lurah. (Tim)



