Dua Wanita Korban Lakalantas Sempat Dirawat Diduga Bidan Rumah Sakit yang Tidak Paham Pers, Sopir Truk Melarikan Diri

PALEMBANG, SIMBUR – Nahas dialami dua wanita yang berboncengan motor. Kedua korban ditabrak truk pengangkut tanah. Lokasi kejadian di Jl Letjen Harun Sohar, samping SPBU Simpang Bandara SMB II, seberang kompleks PDK, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Kamis (9/7) sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban diketahui bernama Mahyeni (44), warga Jl Letjen Harun Sohar Kompleks PDK Lr Dahlia, Palembang. Dibonceng korban Ery Yuniarti (47), warga Jl Putak 10 Palembang. Keduanya mengendarai motor Honda Beat warna hitam nopol BG 2361 ADW. Korban terkapar setelah ditabrak truk Hino dengan nopol BG 8402 MQ. Karena takut diamuk massa, sopir truk yang belum diketahui identitasnya langsung melarikan diri, meninggalkan truk di pinggir jalan.

Anggota Unit Laka Polsek Sukarami, Bripda Dirga yang berada di TKP membenarkan kejadian tersebut. “Ada laporan masuk. Lakalantas di simpang Bandara, antara truk dan dua pengendara motor. Korban pemotor sudah dibawa ke rumah sakit. Sopirnya melarikan diri,” ungkap Bripda Dirga, Kamis (9/7).

Informasi di lapangan, satu korban Mahyeni lebih dulu dibawa oleh pengendara lain yang melintas ke rumah sakit baru yang berada Jl Letjen Harun Sohar. Menyusul korban Ery Yuniarti yang cukup lama tergeletak di pinggir jalan, menunggu ambulans yang datang.

Ditemui di rumah sakit, suami korban mengetahui dan mengizinkan kehadiran wartawan meliput lakalantas. Namun belum bisa memberikan keterangan akibat musibah yang dialami istri mereka. Demikian keluarga korban lainnya, masih menunggu hasil pemeriksaan medis. Meski begitu, sekuriti rumah sakit mengantar media ini ke “dokter jaga” IGD yang menyebut namanya Nabila dan memberikan nomor seluler 085124xxxxxx.

Saat diwawancara, awalnya Nabila menyampaikan sendiri hasil tindakan medis yang dilakukannya terhadap pasien korban. “Benar. Tapi tidak boleh direkam. Dicatat saja,” ujar Nabila.

Menurut Nabila, Mahyeni mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Sementara, Ery Yuniarti mengalami cedera di kaki. “Kedua pasien harus menjalani operasi,” ujarnya.

Tidak berapa lama, Nabila tiba-tiba meminta catatan yang ditulis wartawan lalu mencoret keterangan yang sudah dijelaskannya tadi. Terdengar petugas medis lain meminta keluarga korban untuk menyelesaikan administrasi di kasir rumah sakit. “Bapak sudah izin belum sama keluarga pasien untuk meliput,” ujar petugas medis lainnya.

Media ini pun mempertanyakan tindakan petugas medis tersebut yang tidak paham pers. Hasil penelusuran di portal resmi dan media sosial rumah sakit, tidak ada dokter spesialis bernama Nabila. Diketahui, Nabila Ayu Ramadina AMdKeb, nama lengkapnya, merupakan bidan profesional di rumah sakit tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen rumah sakit baru pengembangan dari klinik di Jl Letjen Harun Sohar Palembang itu belum terkonfirmasi. Terkait penugasan dokter atau bidan untuk penanganan medis korban lakalantas. Apalagi yang tidak paham sama sekali mengenai tugas pers.(red)