- Lima Pendaki Terluka akibat Letusan Gunung Api Dukono
- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
Lima Pendaki Terluka akibat Letusan Gunung Api Dukono
Sementara itu, sebanyak 15 orang lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Korban selamat WNA asal Singapura terdiri dari T.Y.M.E. (L) usia 30 tahun, O.S.S. (P) usia 37 tahun, P.L. (P) usia 33 tahun, L.H.E.I. (P) usia 31 tahun, T.J.Y.G. (P) usia 30 tahun, L.Y.X.V. (P) usia 30 tahun dan L.S.D. (L) usia 29 tahun.
Adapun korban selamat warga negara Indonesia terdiri dari B.B. (L) usia 24 tahun, Y. (L) usia 23 tahun, S. (L) usia 26 tahun, A. (L) usia 22 tahun, H. (L) usia 26 tahun, F.N. (P) usia 27 tahun, R.I. (P) usia 29 tahun serta S.J. (L) usia 48 tahun.
Dalam operasi pencarian tersebut, dua korban selamat yakni R.S. dan J.A. turut membantu tim SAR gabungan dengan memberikan informasi jalur pendakian dan titik terakhir keberadaan korban sebelum terjadi situasi darurat akibat erupsi.
Berdasarkan laporan dari Pengamat Gunung Api Dukono yang turut berada di lapangan, operasi pencarian sempat dihentikan sementara akibat adanya potensi lontaran lava pijar dengan jangkauan mencapai sekitar 1,5 kilometer dari puncak kawah. Setelah kondisi memungkinkan, pencarian kembali dilanjutkan dengan pembagian dua tim operasi.
Tim pertama yang dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Halmahera Utara melakukan penyisiran jalur menuju puncak gunung dan menggunakan pesawat nirawak atau drone untuk memantau kondisi dari udara. Tim tersebut saat ini berada pada jarak kurang lebih 500 meter dari puncak. Sementara itu, tim kedua melakukan pencarian di wilayah aliran sungai dekat kawasan puncak yang diduga menjadi lokasi pergerakan korban.
Operasi penanganan darurat melibatkan BPBD, Basarnas, TNI/Polri, Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, tenaga medis dan unsur relawan setempat. BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan dan pegiat pendakian untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan Gunung Dukono selama aktivitas vulkanik masih meningkat serta selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan PVMBG demi keselamatan bersama.



