- Presiden Prabowo Resmikan Koperasi Merah Putih, 9.294 Gerai Selesai Dibangun
- Persiapkan Muswil, SMSI Sumsel Harus Mengambil Langkah Strategis
- Optimistis Festival Sriwijaya Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Sumsel
- Pastikan Sasaran TMMD di OKI Tercapai
- Angkat Wastra Kawai Kanduk, Borong Penghargaan
Penjaga Malam Perumahan di Talang Jambe Disiram Air Keras, Satu Pelaku Diduga Pria Idaman Janda
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan telah menerima laporan terkait peristiwa itu. Kombes Sonny mengatakan, tindak pidana tersebut sedang ditangani Polsek Sukarame. “Iya benar. Kemarin kami telah menerima laporan tersebut. Saat ini dalam proses penanganan oleh Polsek Sukarame,” ungkap Kapolrestabes kepada Simbur, Selasa (10/2).
Lurah Talang Jambe Asrahuddin saat dikonfirmasi mengatakan, belum mengetahui peristiwa penyerangan brutal yang dialami warganya. Meski demikian, media ini coba menggali keterangan langsung dari saksi korban yang baru saja keluar dari rumah sakit.
Korban Ahmad Yani (41) mengaku telah melaporkan kasus 446 UU KUHP Nomor 1/2023. Dalam laporan polisinya, korban mengungkap pada Kamis 5 Februari 2026 pukul 03.30 WIB terjadi tindak pidana penganiayaan di depan pos ronda perum Surya Akbar 4, RT 20 RW 02, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Kota Palembang.
Terungkap kejadian bermula pukul 02.00, saat terjadi keributan warga perumahan tersebut bernama Yanti dengan teman laki-lakinya, kemudian ditegur satpam jaga malam agar tidak ribut karena hari sudah malam. “Malam itu dua kejadian. Pukul 02.00 mereka berdua sepasang (Yanti dan teman lelakinya) datang. Yang perempuan Yanti itu warga kompleks kami dan berstatus janda. Cekcok sama pasangannya (biasa dipanggilnya Ebit) di dekat portal (pos ronda) dan mengganggu warga yang sedang istirahat. Jadi kami tegur. Kalau mau ribut di luar kompleks karena waktunya warga istirahat,” ungkap Ahmad Yani kepada Simbur, Senin (9/2).
Selanjutnya, Ebit teman laki-laki Yanti tidak senang dan mengancam korban Ahmad Yani. “Yang cowok, Ebit tidak senang dan mau mencabut pisau di pinggangnya. Kami terjatuh dan luka semua. Dia bilang tunggulah 10 menit lagi akan bawa rombongan, terus pergi bersama Yanti wanitanya tadi,” terangnya.



