Luas Lahan Terbakar di Sumsel 1,8 Juta Hektare Tahun 2015, Menurun Drastis Jadi 47 Hektare pada Juli 2025

Ia juga menyampaikan bahwa edukasi kepada masyarakat dan penegakan hukum terhadap pembakar lahan menjadi prioritas. “Kami tidak hanya menunggu, tapi bergerak lebih dulu untuk mencegah,” tambahnya.

Sebelum pelaksanaan rakor, rombongan melakukan peninjauan udara untuk memantau sejumlah titik rawan kebakaran. Karhutla pun muncul di beberapa titik seperti Kabupaten Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Ilir dan Muara Enim. Dengan menumpangi helikopter dauphin PK-VPD, Kepala BNPB beserta rombongan memantau titik api yang terdapat di Desa Petar Luar, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim.

Saat patroli udara, helikopter water bombing mondar-mandir memadamkan api dibantu satgas darat dari jajaran BPBD Kabupaten Muara Enim, Manggala Agni, TNI, Polri dan Masyarakat Peduli Api. Para satgas darat ini telah melaksanakan pemadaman sejak tiga hari yang lalu. Dari enam hektar lahan yang terbakar, tersisa empat hektar lagi yang belum padam.

Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang juga menegaskan pentingnya kekompakan dan sinergi antarinstansi dalam menangani kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumsel. Dari pemantauan tersebut, ditemukan satu titik api di kawasan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim. “Tadi kami lihat langsung dari udara, memang ada satu titik api di Sungai Rotan. Kami patut bersyukur, karena satgas darat sudah standby dan langsung melakukan pemadaman,” ujar Wagub Cik Ujang.

Ia menekankan bahwa koordinasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penanganan Karhutla. Melalui Rakor ini, ia berharap kerja bersama antarinstansi bisa semakin solid. “Forkopimda, satgas, dan masyarakat harus bekerja kompak. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri dalam menghadapi Karhutla. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.(red)