Luas Lahan Terbakar di Sumsel 1,8 Juta Hektare Tahun 2015, Menurun Drastis Jadi 47 Hektare pada Juli 2025

Kepala BNPB juga menyampaikan bahwa hingga sejauh ini, pemerintah pusat melalui BNPB akan terus mendukung upaya penanganan karhutla. Selain dukungan peralatan darat, BNPB juga mengerahkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing melalui udara.

Menurut dia, selama dilaksanakan OMC sejak sepekan lalu, wilayah Kota Palembang dan sekitarnya terpantau turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Hal itu tentu menjadi sesuatu yang diharapkan dapat mempercepat pemadaman karhutla. “Kami ada OMC. Sejak seminggu yang lalu itu ada OMC dan terbukti ada hujan. Hari ini sudah ada mendung, nanti OMC kembali kami lakukan. Mudah-mudahan bisa turun hujan,” ungkap Suharyanto.

Secara teknis, OMC dan water bombing adalah dua hal yang sifatnya saling melengkapi. OMC dilakukan untuk menurunkan hujan di wilayah target sehingga proses pemadaman dan pembasahan tanah menjadi lebih maksimal. Ketika OMC tidak mungkin dilakukan karena ketiadaan awan konvektif, maka water bombing dilakukan untuk membantu proses pemadaman dan penyekatan jalur yang berpotensi dilalui api.

Di samping itu, water bombing juga dilaksanakan apabila lokasi yang terbakar tidak dapat dijangkau oleh satgas darat. “Helikopter water bombing per hari ini ada tiga unit melaksanakan operasi pemadaman di titik-titik yang tidak dapat dipadamkan oleh hujan dan oleh satgas darat,” jelas Suharyanto.

Senada diungkap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr Hanif Faisol Nurofiq. Dalam arahannya, Menteri Hanif menyampaikan peran kementeriannya dalam pengendalian karhutla. Khususnya dari aspek kebijakan lingkungan dan penegakan hukum. “Kementerian bertugas mengoordinasikan aspek pencegahan, penindakan, serta pemulihan lingkungan. Kami juga mengevaluasi strategi yang telah diterapkan dalam penanganan karhutla,” ujarnya.