- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Karhutla di Aceh, Sumut, dan Sumbar Semakin Merajalela
JAKARTA, SIMBUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Gampong Simpang Gading, Kecamatan Babah Rot, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, pada Kamis (26/6), pukul 14.05 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur terkait telah berhasil memadamkan karhutla tersebut pada Kamis petang (26/6).
“Lahan seluas 2 hektar terbakar dan penyebab kejadian ini masih dalam penyelidikan petugas berwenang,” ungkap Abdul Muhari PhD, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Jumat (27/6).
Karhutla yang terjadi sejak Senin (23/6) lalu di wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh mulai padam pada Jumat (27/6). BPBD dan tim gabungan berhasil memadamkan total lahan terbakar berjumlah 12,5 hektare.
Adapun rinciannya, 9 hektar di wilayah Desa Ujung Mangki Kecamatan Bakongan, 3 hektar di wilayah Gampong Batee Tunggai Kecamatan Samadua. Kemudian, lahan seluas 0,5 hektar di Gampong Panton Luas Kecamatan Tapaktuan.
“Lokasi yang jauh dari sumber air sebabkan pemadaman memerlukan proses yang cukup lama, tim gabungan harus berjalan kaki dengan menempuh jarak sejauh dua kilometer ke titik kebakaran,” terangnya.
Masih di Provinsi Aceh, karhutla terjadi di Desa Gunung Simali, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, pada Rabu (25/6), pukul 19.00 WIB. “Berselang beberapa jam kemudian, petugas gabungan dari BPBD dan petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api tersebut. Lahan terdampak seluas 3,5 hektar,” ujarnya.
Beralih ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Karhutla yang terjadi pada Kamis (26/6) pukul 21.00 WIB di Desa Lumut Maju, Kecamatan Lumut dan Desa Hutaimbaru, Kecamatan Tapian Nauli, perlahan sudah berhasil dipadamkan di beberapa titik pada Jumat (27/6). “Sampai saat ini tim gabungan masih berupaya memadamkan api di lahan terdampak seluas 60 hektar,” jelasnya.
Sementara itu, karhutla terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat pada Jumat (27/6). “Lahan seluas tiga hektar di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah ludes dilahap si jago merah,” kata Muhari.
Ditambahkan, BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang langsung menuju lokasi terdampak guna melakukan pemadaman. Hingga Jumat sore, tim gabungan masih mengupayakan proses pemadaman. BNPB turut mencatat pembaruan kejadian yang telah terjadi pada hari-hari sebelumnya.
Selanjutnya, bergeser ke Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Karhutla yang terjadi sejak Senin (23/6) telah berhasil dipadamkan pada Jumat (27/6). Lokasi terdampak berada di Nagari Tarantang dan Nagari Taram yang berada di wilayah Kecamatan Harau. “Faktor angin kencang dan kondisi geografis wilayah terdampak yang berada di puncak bukit membuat proses pemadaman tim gabungan alami kesulitan,” paparnya.
Menyikapi mulai meningkatnya kejadian karhutla, lanjut Muhari, terutama saat ini telah memasuki musim kemarau, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pemerintah daerah yang berada di wilayah rawan bencana karhutla. Termasuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
Adapun langkahnya, kata Muhari, dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat yang berpotensi terjadi kebakaran. “Menyiapkan personel serta peralatan sehingga ketika terjadi kebakaran dapat langsung lakukan pemadaman,” tandasnya.(red)



