- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Gempa Tektonik M4.3 Getarkan Banyuasin, BMKG: Belum Ada Laporan Kerusakan
BANYUASIN, SIMBUR – Gempa bumi magnitudo M4.3 terjadi di Kabupaten Banyuasin. Gempa tektonik terjadi pada Rabu (28/5) pukul 08.41.25 pagi. Hasil analisis BMKG menunjukkan, episenter gempa terletak pada koordinat 2.35° LS ; 104.94° BT. Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 35 km Timur Laut Banyuasin, Sumsel pada kedalaman 10 km.
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Dr Suaidi Ahadi ST MT mengatakan, memperhatikan lokasi dan kedalaman, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Lokal.
Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempabumi dirasakan di Banyuasin III – IV MMI (Getaran dirasakan oleh banyak orang dan terasa nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu. Jendela, pintu, atau dinding berbunyi) Palembang, Musi Banyuasin II – III MMI (Getaran dirasakan oleh banyak orang dan terasa nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,” ujar Suaidi dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Rabu (28/5).
Ditambahkan Suaidi, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktifitas gempabumi susulan (aftershock). Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempabumi. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempabumi. Tidak ada kerusakan akibat getaran gempabumi yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” tandasnya.(red)



