- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Konsolidasi PWI Pusat dan PWI Kalbar, Rakerda PWI Sulut, hingga Anjangsana PWI Jaya ke Mako Armada RI
JAKARTA, SIMBUR – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di sejumlah provinsi antusias menggelar berbagai kegiatan. Mulai dari konsolidasi PWI Kalimantan Barat (Kalbar) dengan PWI Pusat, Rakerda PWI Sulut, hingga kunjungan PWI Jaya ke Mako Armada RI di Jakarta. Hal itu membuktikan eksistensi PWI dalam mengusung jurnalisme berkualitas dan beretika.
PWI Pusat dan PWI Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar konsolidasi strategis di Tugu Khatulistiwa, Pontianak. Kedatangan Wakil Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Novrizon Burman, dan Direktur Komunikasi & Humas PWI, Mercys Charles Loho, disambut hangat oleh jajaran pengurus PWI Kalbar di Bandara Supadio, Kubu Raya.
Kegiatan ini juga dihadiri senior PWI Kalbar yang juga mantan Ketua DPRD Pontianak, Ali Hanafiah ini. Bukan sekadar pertemuan formal, tapi juga langkah konkret untuk memperkuat sinergi jurnalistik di Kalbar.
Hadir pula pengurus PWI dari berbagai kabupaten, seperti Yohanes dan Anita (Sintang), Sopian Koto dan Sanawiah (Melawi), Abang Amrulah (Kapuas Hulu), serta Riduan Isaka (Mempawah), Alantitus, dan Sagala (Sanggau),Saepul mewakili wartawan di perbatasan Malaysia-Indonesia Entikong.
Wisata Sejarah dan Diskusi Jurnalistik
Selain konsolidasi, rombongan melakukan kunjungan ke dua ikon bersejarah Pontianak: Tugu Khatulistiwa dan Keraton Kadriyah.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Kalbar, Wawan Suwandi, menegaskan acara ini bukan sekadar jumpa muka, melainkan momentum untuk merumuskan strategi pemberitaan yang akurat dan berintegritas. “Wartawan bukan sekadar profesi, tapi panggilan jiwa. Mari berkarya dengan prinsip kebenaran dan keadilan,” tegas Wawan Suwandi.
Dalam diskusi, Wakil Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Novrizon Burman menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas wartawan di era digital. “Harus adaptif dengan teknologi, tetapi tetap berpegang pada kode etik jurnalistik,” ujar Novrizon Burman.
Sementara itu, Direktur Komunikasi & Humas PWI Mercys Charles Loho menekankan peran media sebagai penjaga demokrasi. “Wartawan harus menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang mendidik dan menginspirasi,” kata Mercys.
Menurutnya, ada tiga tantangan Wartawan di Era Digital. Pertama, hoaks dan disinformasi itu perlu literasi media yang kuat. Kedua, wartawan harus mampu memanfaatkan tools tanpa mengorbankan akurasi. Ketiga, ekonomi media dalam encari model bisnis berkelanjutan.
PWI Kalimantan Barat bertekad memperkuat jaringan antar-kabupaten, meningkatkan pelatihan, dan mendorong karya jurnalistik yang mendalam dan berpihak pada publik. “Kami akan terus mendorong wartawan di 14 kabupaten/kota untuk menghasilkan karya yang bermutu,” Plt Ketua PWI Kalbar Wawan Suwandi memungkasi.
Kawal Program Strategis Pemerintah Daerah
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, melalui Asisten I Setdaprov Sulut, Dr. Denny Mangala, M.Si, mengajak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulut untuk bersinergi dan aktif mendukung program strategis Pemprov Sulut. Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PWI yang digelar di Manado, Rabu (30/4).
Rakerda PWI Sulut bertempat di Gedung Pertemuan Lantai 5 Kantor Pusat Lama Bank SulutGo, Jalan Sam Ratulangi, Manado. Kegiatan ini dihadiri pengurus PWI dari 14 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara serta pengurus tingkat provinsi. Mengusung tema “Meningkatkan Kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik dan Standar Profesionalisme”, Rakerda menjadi forum konsolidasi penting bagi penguatan eksistensi dan integritas pers di daerah.
Plt Ketua PWI Sulut, Vanny Loupatty, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari Pemprov Sulut terhadap dunia jurnalistik. Ia menegaskan bahwa Rakerda bukan sekadar rutinitas, tetapi wadah strategis dalam menyatukan langkah menuju pers yang independen, profesional, dan bertanggung jawab.
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Dr. Denny Mangala, Gubernur Yulius Selvanus menyatakan bahwa PWI sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia memiliki posisi vital sebagai mitra pembangunan. “Kami melihat PWI sebagai kekuatan literasi yang mampu menjembatani komunikasi publik antara pemerintah dan masyarakat,” kata Mangala.
Gubernur juga meminta PWI Sulut agar turut menyosialisasikan dan mengawal berbagai program prioritas pemerintah daerah, seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, transformasi digital, serta penguatan ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Plt Sekretaris PWI Sulut, Ardison Kalumata, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan agar pemerintah terus memberikan ruang dan dukungan bagi pertumbuhan media yang sehat. Ia juga menyinggung rencana pelaksanaan Konferensi Luar Biasa PWI Sulut sebagai bagian dari agenda penyegaran dan konsolidasi internal organisasi.
Rakerda PWI Sulut tahun 2025 tidak hanya memperkuat arah organisasi, namun juga menjadi jembatan kemitraan antara pers dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang transparan dan partisipatif. Dengan sinergi yang erat, diharapkan peran pers Sulut semakin kuat sebagai pilar demokrasi dan penggerak literasi publik yang beretika dan profesional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Sulut, Evans Steven Liow, S.Sos, MM, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara insan pers dan pemerintah dalam menghadirkan informasi yang akurat dan mencerahkan masyarakat.
Sinergi Media dan TNI AL
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya, Kesit B Handoyo, didampingi jajaran pengurus harian, melakukan audiensi dengan Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI), Laksamana Madya TNI Denih Hendrata. Pertemuan berlangsung di Markas Komando Armada RI, Gunung Sahari, Jakarta, Selasa (30/4).
Audiensi ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara insan pers dengan institusi TNI AL, khususnya Koarmada RI. Mendukung komunikasi publik dan penyebaran informasi positif terkait pertahanan maritim nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua PWI Jaya menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Koarmada RI terhadap media dan peran strategis TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia. Ia juga menyampaikan harapan agar kerja sama dan sinergi antara Koarmada RI dan PWI Jaya dapat terus ditingkatkan ke depan.
Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung tugas-tugas TNI AL. Khususnya dalam membangun citra positif serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pertahanan laut.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Kedua belah pihak sepakat untuk menjalin komunikasi yang lebih intensif dan membuka peluang kerja sama dalam berbagai kegiatan ke depan.(rel)



