Mahathir Mohamad: Kuasai Ilmu Canggih Ciptakan Peralatan untuk Lindungi Umat Islam

PALEMBANG, SIMBUR –
Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad mengimbau warga Sumsel untuk menguasai ilmu canggih supaya punya berkemampuan menciptakan peralatan untuk melindungi umat Islam. Hal itu diungkap Mahathir saat melakukan lawatan  ke Sumsel guna menghadiri Pembukaan Muzakarah Ahlul Halli Wal Aqdi ke-7.

Dalam pesan pentingnya Mahathir Mohamad menegaskan, saat ini dunia sudah banyak mengalami kemajuan sehingga menjadi tantangan berat bagi umat Islam di dunia. Karena itu dia mengajak umat muslim di berbagai penjuru dunia untuk  terus memperkuat  penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kita tidak boleh asingkan diri kita lagi, daripada perkembangan di negara lain, apa yang dilakukan oleh bangsa-bangsa dan negara-negara lain terutama kuasa dunia. Kita harus menguasai ilmu canggih supaya kita berkemampuan menciptakan peralatan untuk melindungi umat Islam,” katanya di  Auditorium Yayasan Pendidikan dan Dakwah Akuis Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Selasa (2/7).

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad didampingi Penjabat Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Elen Setiadi, S.H, M.S.E. Saat tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, mantan PM Malaysia  yang pernah menjabat selama 24 tahun dari tahun 1981 hingga 2003 dan dari tahun 2018 hingga Februari 2020 itu  didampingi juga oleh  Konjen Malaysia Medan Shahril Nizam Abdul Malek , Pj Bupati Kabupaten Banyuasin H. Hani Syopiar Rustam, S.H., M.H., Imam Ahlul Halli Wal Aqdi K.H TB Fathul Adhim Chatib, Ketua I Ahlul Halli Wal Aqdi Ust. Arbani, dan Para delegasi yayasan Perdana Malaysia.

Disambut langsung oleh Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi bersama sejumlah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di terminal kedatangan VIP Bandara SMB II Palembang. Selanjutnya Mahathir Mohamad dan rombongan menuju Yayasan Pendidikan dan Dakwah Akuis Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin  menghadiri pembukaan Muzakarah Ahlul Halli Wal Aqdi ke 7 Tahun 2024.

Dalam  forum tersebut dibahas sejumlah isu yang tengah dihadapi umat Islam dewasa ini, bahkan terjadi  diskusi  diantaranya para peserta yang dihadiri oleh para ulama dan cendikiawan  utusan  dari sejumlah daerah se Indonesia.(kbs/red)