- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
- Menkopolkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Sumsel
Pencuri Tewas Dimassa, Kapolres Imbau Warga Tidak Main Hakim Sendiri
MUSI RAWAS, SIMBUR – Pencuri ditemukan tewas diamuk massa di Desa Q1 Tambah Asri, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura, Selasa (4/4), sekitar pukul 02.30 WIB. Tim “Landak” Satreskrim Polres Mura, bergerak cepat melakukan penyelidikan informasi dari warga.
Diduga pelaku tersebut melakukan aksinya dengan cara pencurian congkel rumah. Setelah polisi tiba di lokasi ternyata benar, bahwa pelaku tersebut bernama, Anton (40). Setelah dilakukan pengecekan ternyata yang bersangkutan sudah tewas.
Hal tersebut dibenarkan, Kapolres Mura, AKBP Danu Agus Purnomo SIK, MH melalui Kasat Reskrim, AKP Muhammad Indra Prameswara saat dikonfirmasi, sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (4/4). “Benar ada informasi dari warga, Tim Landak Satreskrim Polres Mura, bergerak cepat melakukan penyelidikan adanya informasi dugaan pelaku 363,” kata Kasat Reskrim.
Kasat Reskrim menjelaskan, sampai saat ini dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa untuk mendapatkan gambaran utuh peristiwa tersebut. Sejauh ini dari keterangan saksi-saksi diketahui orang tersebut sudah mencongkel rumah salah satu saksi, kemudian diketahui oleh saksi pemilik rumah berinisial JM (60). Pelaku kabur lalu dikejar oleh keluarga saksi pemilik rumah bersama masyarakat lainnya. Pelaku tertangkap massa di kebun sawit di belakang rumah saksi, kemudian dihakimi massa yang berkerumun hingga dibawa ke jalan aspal.
“Setelah anggota tiba, pelaku dibawa ke RS Muara Beliti, lalu dinyatakan oleh tenaga medis sudah meninggal dunia. Saat ini pelaku sudah dibawa oleh pihak keluarga. Pihak keluarga siap membuat pernyataan menolak untuk mengautopsi jenazah,” jelas Kasat Reskrim.
Sementara itu, Kapolres Mura, AKBP Danu Agus Purnomo SIK, MH, mengimbau agar perbuatan seperti ini tidak terjadi lagi terlebih di bulan Ramadhan, bulan yang suci ini agar masyarakat lebih bisa menahan diri.
“Dan kiranya masyarakat tidak main hakim sendiri dan lebih menyerahkan permasalahan pidana ke pihak kepolisian, dan apabila masih sering terjadi ada konsekuensi yang akan ditanggung jika warga main hakim sendiri,” tuturnya.(rel/smsi)



