- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Membangun Desa, Memajukan Bangsa
PALEMBANG, SIMBUR – Indonesia adalah bangsa yang kaya dan luas. Sebab itu, kemajuan bangsa ini merupakan tanggung jawab semua pihak. Termasuk juga Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI). Hal itu diungkap Menteri Pertahanan (Menhan) RI Letjen TNI (Purn) H Prabowo Subianto.
“Kemajuan bangsa ini memang dimulai dari desa. Semakin majunya desa di negara ini, maka akan semakin maju juga bangsa ini,” kata Prabowo saat Musyawarah Kerja Nasional, Rapat Kerja Nasional dan Rapat Pimpinan Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Tahun 2022 di Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Minggu (27/11).
Kendati dimulai dari desa, lanjut Prabowo, semua pihak juga harus turut terlibat dalam kemajuan bangsa ini. “Kita harus percaya diri untuk berdiri di atas kaki sendiri. Beberapa tahun ke depan, Indonesia ini akan dapat lebih maju jika kita bersatu dan rukun,” jelasnya.
Dia menyebut, kendati nantinya terjadi persaingan dan berbeda pendapat, itu merupakan hal biasa. “Persaingan dan beda pendapat itu biasa. Semuanya ada pemecahan masalahnya. Kita ini sama, bekerja untuk Indonesia. Bahkan siapapun yang memimpin negara ini silakan, yang terpenting adalah bersatu bersama masyarakat untuk memajukan Indonesia,” bebernya.
Apalagi, sambungnya, Indonesia sendiri memiliki modal yang besar untuk dapat lebih maju seperti geografi dan demologi. “Selain itu, kita juga memiliki sumber daya yang cukup besar sebagai modal untuk maju. Jika sumber daya itu bisa kita kelola sendiri maka kita dapat melebihi negara maju lainnya. Karena itu, rakernas ini harus dilakukan dengan baik sehingga menghasilkan keputusan yang bermanfaat,” pungkasnya.
Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya mengatakan, agenda tahunan PPDI tersebut setidaknya diikuti oleh 195 pimpinan PPDI dari 65 Kabupaten di 17 Provinsi di tanah air. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah perencanaan program kerja agar di tahun-tahun mendatang PPDI dapat mengalami kemajuan pesat. “Tentu dalam kegiatan ini nantinya ada keputusan yang diambil. Saya harapkan keputusan itu berkontribusi pada kemajuan desa di Indonesia,” kata Mawardi.
Menurut Mawardi, harapan untuk kemajuan desa dan PPDI akan berjalan sesuai harapan jika tampuk komando selaras dengan visi dan misi PPDI. “Jadi pimpinan PPDI harus terus menyelaraskan kinerja anggota dengan visi misi PPDI, sehingga program yang telah direncanakan dapat terealisasi,” tuturnya.
Apalagi, lanjutnya, PPDI merupakan salah satu untuk tombak dan etalase bagi kemajuan desa dan negara. “Majunya negara ini terlihat dari kemajuan desanya. Saya sangat paham persoalan yang ada di PPDI ini. Jika Kepala Desa berganti, tentu perangkat desa juga akan diganti. Karena itu, saya harapkan nantinya ada keputusan sehingga perangkat desa tidak berpengaruh saat pergantian kepala desa sehingga upaya yang dilakukan untuk kemajuan desa dapat optimal dan berkesinambungan dilakukan,” jelasnya.(kbs/red)



