Bupati Banyuasin Ditangkap KPK

PALEMBANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (4/9). “Benar, saya sudah konfirmasikan ada OTT (di Sumsel). Informasi lebih jelasnya, akan dirilis besok (Senin,5/9)” kata Humas KPK Yuyuk Andriati, dihubungi Simbur melalui telepon selulernya.

Menurut informasi di lapangan, Bupati Banyuasin Yan Anton diduga terlibat kasus dugaan mark up Dana Alokasi Khusus (DAK) sekolah serta dana Bantuan Sosial (Bansos) dengan kerugian negara sebesar Rp21 miliar. Selain Yan, KPK membekuk tiga orang yang juga diduga melakukan mark up itu.

Kabar OTT mulai tersiar sejak siang. Dikabarkan, rumah dinas Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian di kompleks perumahanan Pemkab Banyuasin didatangi belasan anggota komisi antirasuah yang dikawal personel Brimob Polda Sumsel bersenjata lengkap.

Tim KPK datang mengendarai lima mobil Kijang Innova dan satu mobil Brimob Polda Sumsel. Informasi yang dihimpun, KPK datang ke rumah dinas Bupati Yan Anton dan langsung melakukan tangkap tangan dengan barang bukti yang disebut-sebut uang dolar. KPK langsung membawa Bupati Banyuasin ke Polda Sumsel.

Tak lama berada di Polda Sumsel, tim KPK langsung membawa tersangka bersama tiga orang lainnya, yakni Kabag Rumah Tangga Banyuasin, Kadin Pendidikan Banyuasin, dan satu di antaranya dikabarkan seorang kontraktor.

Saat dibawa KPK, Bupati Yan Anton memilih bungkam. “Maaf ya, maaf ya, maaf ya, permisi,” kata Yan Anton saat dicecar pertanyaan oleh awak media.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Diskrimsus Polda Sumsel, keempat tersangka langsung diterbangkan ke Jakarta. Sekitar pukul 17.05 WIB rombongan menuju Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang.

Semua tersangka langsung diterbangkan dibawa ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 117 yang take off sekitar pukul 18.10 WIB dan tiba di Jakarta sekitar pukul 19.20 WIB. “Barusan saja Bupati Banyuasin Yan Anton bersama tiga orang lainnya dibawa rombongan (KPK),” ungkap Rukiyah, salah satu penumpang maskapai di anjungan keberangkatan Bandara SMB II. (maz/mrf)

Leave a Comment