Transaksi 10 Kg Sabu, Dituntut Seumur Hidup

PALEMBANG, SIMBUR – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Herman SH membacakan tuntutan pidana penjara terhadap dua kaki kangan peredaran barang terlarang narkotika sebanyak 10 Kilogram merek teh hijau Guanyinwang senilai Rp10 miliar. Terdakwa yakni Aidil Fitri bersama Yadit Haryono.

Tuntutan tersebut dibacakan dihadapan majelis hakim Harun Yulianto SH MH di Pengadilan Negeri Palembang kelas IA khusus, dengan kedua terdakwa mengikuti secara virtual kemarin (4/8/22) sekitar pukul 14.30 WIB.

Jaksa penuntut menyatakan kedua terdakwa menjadi perantara dalam jual beli dan menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman melebihi 5 gram.  Bahwa kedua terdakwa melanggar Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Menuntut terdakwa Aidil Fitri dan Yadit Haryono masing -masing dengan pidana penjara seumur hidup,” secara virtual.

Selepas pembacaan tuntutan, persidangan selanjutnya dengan agenda pledoi atau pembelaan dari kedua terdakwa. “Sidang ditunda satu pekan dengan agenda pembelaan,” tukas Harun Yulianto.

Diketahui, terdakwa Aidil Fitri dan terdakwa Yadit Haryono pada Jumat (11/3/22) pukul 19.30 WIB, di parkiran Losmen Al-Mukaromah di Jalan Letjend Harun Hai Sohar, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarame terlibat dalam transaksi 10 paket seberat 9.977,67 gram, nilainya mencapai Rp 10 miliar.

Siang itu terdakwa Yadit dihubungi Anton (DPO) menawarkan mengambil 10 Kg Sabu dengan dijanji upah menggiurkan. Terdakwa Yadit lalu mengajak terdakwa Aidil mengambil sabu dengan sepeda motor dari Desa Babat, Kecamatan Penukal, Kabupaten Pali menuju Palembang.

Anton (DPO) menghubungi terdakwa Yadit, telah ada di Losmen Al Mukaromah dan diminta menunggu orang yang akan mengantar. Lalu memberikan kunci losmen nomor 104, di dalam lemari ada tas. Lalu terdakwa Aidil Fitri mengambil tas ransel hitam, lalu keluar menuju losmen.

Selanjutnya polisi melakukan penyergapan dengan mengamankan kedua terdakwa. Dengan barang bukti 10 kg sabu di dalam tas ransel hitam dibawa terdakwa Aidil Fitri. (nrd)