- Lima Pendaki Terluka akibat Letusan Gunung Api Dukono
- Bertambah 3 Tersangka Baru, Total 10 Orang Terjerat Kasus Korupsi KUR Bank Daerah di Semendo
- Jaksa Beri Waktu Bos Perusahaan Sawit Satu Bulan Kembalikan Sisa Uang Rp219 Miliar dari Total Kredit Fiktif Rp1,4 Triliun
- Tabrakan Maut Bus versus Truk Tangki, 16 Korban Tewas Diidentifikasi di Palembang
- PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
Etika Selamatkan Profesi, Bekali Outcomes Perguruan Tinggi Masuk Dunia Usaha dan Industri
Hastari menambahkan, lulusan (outcomes) Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia tidak hanya bekerja menjadi guru. Banyak profesi lain yang dapat ditekuni. “Dengan adanya kegiatan jurnalistik ini capaian pembelajaran lulusan tidak harus menjadi guru. Ada yang menjadi jurnalis. Walaupun jadi jurnalis, harus menguasai bahasa Indonesia, apalagi mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia,” harapnya.
Dirinya berharap, mahasiswa yang mengikuti magang dapat menerapkan ilmu yang didapat, khususnya dalam bidang jurnalistik. “Berbicara mengenai keterampilan jurnalistik, ada keterampilan menulis dan menyunting berita. Terapkanlah apa yang didapat selama magang ketika nanti bekerja di bidang jurnalistik,” imbaunya.
Selesai magang dari sini nanti, lanjut Hastari, jangan sampai ilmu yang sudah diperoleh menjadi sia-sia. Laporan magang harus diselesaikan. “Kami jemput, kami pulangkan lagi ke kampus. Semoga outcomes (lulusan jangka panjang) perguruan tinggi bisa mendapat ilmu yang bermanfaat ketika selesai kuliah dan bekerja di dunia industri nanti,” tutupnya. (red)



