- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe Tewas Ditembak saat Kampanye
PALEMBANG, SIMBUR – Mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe (67) tewas ditembak ketika sedang berpidato kepada publik, Jumat (8/7) waktu setempat. Saat itu Abe didampingi istrinya Akie menyampaikan dukungan kepada kandidat pemimpin lokal pada pemilihan legislatif.
Saat berkampanye di dekat stasiun sebelah barat Kota Nara, Abe ditembak sebanyak dua kali dari jarak dekat oleh pelaku Tetsuya Yamagami (47). Tetsuya Yamagami diduga sebagai pelaku penembak Abe ditangkap pihak kepolisian setempat. Polisi menyebut motif pelaku melakukan penembakan karena ketidakpuasannya terhadap Abe.
Informasi yang beredar, ketika Abe memulai pidato dalam kampanye tersebut, Yamagami mendekati dari belakang dan melepaskan tembakan kepada Abe. Para pengawal yang kecolongan pun langsung meringkus Yamagami. Sementara tim pengamanan lainnya segera melarikan Abe ke rumah sakit menggunakan sebuah helikopter.
Perdana Menteri Kishida mengutuk keras aksi penembakan tersebut. Menurut Kishida, dirinya mengungkap istilah yang paling ekstrem untuk menyatakan aksi penembakan Abe. “Pembangunan demokrasi dirusak oleh serangan ‘mengerikan, barbar, dan jahat’. Saya ingin menggunakan kata yang paling ekstrem untuk memvonis aksi terkutuk ini,” ungkap Kishida, dilansir Dailymail.
Peristiwa penembakan itu menimbulkan trauma yang mendalam terhadap kehidupan politik di Negeri Sakura. Selama ini negara matahari terbit itu terkenal dengan tingkat kriminalitas rendah dan menerapkan hukum yang ketat atas penggunaan senjata api.(red/dailymail/reuters)



