- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Cegah Demam Berdarah dengan Tiga Cara
PALEMBANG, SIMBUR– Saat ini banyak orang terkena demam derdarah (DBD) atau bahasa medisnya demam dengue. Penyakit ini disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aides aegypti atau Aides albopictus.
Dokter Syahnas Masterina menjelaskan, DBD terdiri atas demam dengue biasa dan demam berdarah. Demam dengue ini memiliki 4 jenis yang biasa disingkat DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. “Demam berdarah yang menyebabkan kematian ialah dengue hemorrhagic fever (DHF),”ujar Syahnas, belum lama ini.
Virus dengue tersebut, kata dia, akan menyerang ke tubuh, kemudian mengambil dan dipecah sel-sel darah. Sehingga, trombosit yang harusnya dibentuk untuk menutup tempat-tempat yang berdarah tadi dimakan dan menyebabkan jumlah trombosit turun. “Cairan yang harusnya masuk ke dalam tubuh bocor keluar dan membuat badan bengkak-bengkak,” ungkapnya.
Sebelum mengalami hal-hal tersebut, demam berdarah ini ada 4 gread. Pertama, gejalanya muncul petekie atau adanya pendarahan dari pembuluh darah kecil dan terlihat seperti bintik-bintik merah. Kedua, terdapat 2 gejala pendarahan atau lebih misalnya, ada bintik-bintik merah dan secara bersamaan mimisan ataupun gusi berdarah. Ketiga, gejala diatas disertai kegagalan sirkulasi atau kulit dingin dan lembab serta gelisah. “Terakhir Renjatan/ syok berat dengan tekanan darah dan nadi tidak terukur,” ujarnya.
Sanitaria Herawati menerangkan, pencegahan demam berdarah ada 3 macam yaitu, pencegahan fisik dengan cara 3M (menguras, mengubur, dan menutup). Kemudian, pencegahan kimia dengan fogging untuk nyamuk dewasa sedangkan untuk jentik menggunakan bubuk abate atau larvasida. “Terakhir, pencegahan biologi dengan memelihara ikan cupang,” ujarnya.(wms12)



