- Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah melalui Operasi Modifikasi Cuaca
- Optimalkan Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah
- Kejari Musi Rawas Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Dana Peremajaan Sawit
- Deklarasi Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat, Akhiri Illegal Drilling di Sumsel
- PWI Fest Digelar 4–5 Desember 2026 di Jakarta, Kick-Off HPN 2027 Lampung
Cegah dan Deteksi “Penyakit Misterius” Masuk Sumsel, Harap Tidak Terburu-buru Tetapkan Pandemi
“Sampai hari ini Covid-19 jadi hal efektif untuk menekan segala macam. Terkait hepatitis akut ini jangan-jangan WHO (organisasi kesehatan dunia) juga menekan semua negara supaya segera ditetapkan sebagai KLB (kejadian luar biasa). Kalau sudah seperti ini jadi pandemi lagi. Sekarang senjata makan tuan. Kalau andaikan hepatitis misterius karena adenovirus berarti ini berhubungan dengan vaksin,” sentilnya.
Dirinya menilai, Kementerian Kesehatan terlalu terburu-buru mengambil kesimpulan menyikapi hepatitis akut ini. Belum ada hasil penelitian terkait itu. “Vaksin pada anak tidak diperlukan atau belum prioritas. Kemenkes tergesa-gesa menyimpulkan jika (hepatitis akut) ini tidak ada hubungan dengan vaksin,” ungkapnya.
Yuwono mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi terkait kasus hepatitis akut ini. “Pertama, tenang. Jangan termakan informasi dari mana pun dan siapun kecuali dari ahlinya. Kedua, kuatkan imunitas. Tidur cukup, makan teratur, positive thingking. Itu modal utama imunitas,” sarannya.



