- Nilai-Nilai Perjuangan Jenderal Bambang Utoyo, Tegaskan Integritas, Niat Murni, dan Kesederhanaan sebagai Teladan Bangsa
- Keok Praperadilan, Dua Beranak Tersangka Suap Proyek Irigasi di Muara Enim Dilimpahkan ke Pengadilan
- Pulang Ibadah Haji, Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKU Timur Susul Dua Rekannya Masuk Bui
- Kodam II/Sriwijaya Tancap Gas, Palembang Pimpin Progres Koperasi Desa Merah Putih
- Deninteldam II/Sriwijaya Gagalkan Pengiriman 1 Kg Sabu dari Palembang ke Empat Lawang
Cegah dan Deteksi “Penyakit Misterius” Masuk Sumsel, Harap Tidak Terburu-buru Tetapkan Pandemi
“Sampai hari ini Covid-19 jadi hal efektif untuk menekan segala macam. Terkait hepatitis akut ini jangan-jangan WHO (organisasi kesehatan dunia) juga menekan semua negara supaya segera ditetapkan sebagai KLB (kejadian luar biasa). Kalau sudah seperti ini jadi pandemi lagi. Sekarang senjata makan tuan. Kalau andaikan hepatitis misterius karena adenovirus berarti ini berhubungan dengan vaksin,” sentilnya.
Dirinya menilai, Kementerian Kesehatan terlalu terburu-buru mengambil kesimpulan menyikapi hepatitis akut ini. Belum ada hasil penelitian terkait itu. “Vaksin pada anak tidak diperlukan atau belum prioritas. Kemenkes tergesa-gesa menyimpulkan jika (hepatitis akut) ini tidak ada hubungan dengan vaksin,” ungkapnya.
Yuwono mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah antisipasi terkait kasus hepatitis akut ini. “Pertama, tenang. Jangan termakan informasi dari mana pun dan siapun kecuali dari ahlinya. Kedua, kuatkan imunitas. Tidur cukup, makan teratur, positive thingking. Itu modal utama imunitas,” sarannya.



