- Pangdam II/Sriwijaya Tekankan Kesiapsiagaan Prajurit Tangani Karhutla
- Karhutla Masuk Kota dan Mengintai Lapas di Palembang, Petugas Terkendala Air
- Atasi Karhutla, Sumsel Diguyur Dana Bantuan Presiden Senilai Rp100 Miliar
- Luas Fire Spot di Sumsel 404 Hektare, 47 Kasus Karhutla dengan 39 Tersangka
- Insan Pers di Sumsel Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Cegah dan Deteksi “Penyakit Misterius” Masuk Sumsel, Harap Tidak Terburu-buru Tetapkan Pandemi
Pakar virus dan epidemiolog asal Sumsel, Prof Yuwono pun angkat bicara dalam memberikan pandangan medis dan ilmiah terhadap hepatitis akut. Menurut Prof Yuwono, ada dua kata yang dipahami terlebih dahulu, yakni hepatitis akut.
Dijelaskannya, akut artinya kejadian kurang dari 2 minggu. Kalau lebih 2 minggu-2 bulan itu namanya sub-akut. Kalau lebih dari 2 bulan namanya kronis. “Akut kurang dari 2 minggu. Mulai dari orang itu sakit sudah timbul gejala,” terang Yuwono dikonfirmasi Simbur, Jumat (6/5).
Sementara, lanjut Yuwono, hepatitis itu radang pada lever atau hati. Radang ini bisa disebabkan oleh infeksi dan bukan infeksi. “Tanda utamanya iterust/jaudis (kuning) terutama dari glukosa. Terlihat dari kelopak mata. Ada di bawah kuku yang paling mudah melihatnya,” jelasnya.



