- Luas Lahan Terbakar di Sumsel 404 Hektare, 47 Kasus Karhutla dengan 39 Tersangka
- Insan Pers di Sumsel Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
- Veteran Harus Dapat Tempat Kehormatan Terdepan pada Setiap Kegiatan Resmi
- Penanganan Karhutla Sejumlah Gunung Jawa Timur Berlanjut
- Meriahkan HUT Ke-81 TNI, Gelar Lomba Kicau Mania Piala Pangdam II/Sriwijaya Cup III
Diduga Bangun Pabrik Sawit Fiktif, Saksi Sebut Kajian Bisnis Tidak Memenuhi Syarat
“Legalitas tanahnya juga tidak pernah melihat. Usaha patungan PT PMO dengan PT SMS ini, tapi di lahan sudah ditanami sawit. Lahan PT SMS ini hanya lihat-lihat saja,” ungkap Andri.
Selanjutnya saksi Ismet, ia mengatakan hanya sekali diajak melihat lokasi perkebunan, ada sawit sudah tumbuh, ada direksi PT PMO dan PT SMS, tapi tidak ada buat laporan itu, hanya kunjungan kerja biasa. “Status tanah patungan, dari laporan tim ke saya, bahwa tanah seluas 750 hektare, faktanya baru clear seluas 250 hektare, karena tidak ada penambahan karena akan berisiko,” timbang Ismet.
Keterangan saksi Taufik, kata Dede dari PT SMS, tanah itu luasnya 412 hektar, dimana izin prinsip sudah ada dan tanah ini milik orang lain, kalau mau dilanjutkan, dengan syaratnya ada 5.



