- Deninteldam II/Sriwijaya Gagalkan Pengiriman 1 Kg Sabu dari Palembang ke Empat Lawang
- Kerja Sama BKN dan Microsoft Indonesia, Latih 145 Ribu ASN Hadapi Era AI
- SMSI Petakan Pengaruh Politik Global dan Masa Depan Pers Nasional
- Kemendagri Perkuat Penanggulangan Kemiskinan di Sumatera Selatan
- Lindungi Profesi Humas dengan Sertifikasi, Sinergi Gerakan Indonesia Bicara Baik dan Program Public Service Obligation
Arus Mudik-Balik Lebaran Aman dari Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG: Waspada Tsunami Malam Hari
Selanjutnya, Dr Gegar Prasetyo misalnya. Dia menjelskan pada intinya dengan adanya kenaikan aktivitas GAK secara historis pernah menimbulkan tsunami sehingga wajar untuk waspada dan memahami potensi ke depannya seperti apa. “Catatan kami aktivitas GAK yang meningkat wajib diwaspadai. Masyarakat perlu waspada menghindari daerah yang pernah terjadi tsunami pada 2018,” kenangny.
Akan halnya diungkap Dr Semeidi Husin (BRIN). Pihaknya berusaha meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi dini tusnami yang diakibatkan aktivitas GAK di Selat Sunda. “Memasang sistem deteksi dini amnomali muka air yang sebenarnya sudah terpasang sejak 2019. Hanya saja masih terpasang jauh dari sumbernya. Insya Allah dalam waktu dekat sisitem ini akan segera terpasang dan akan membantu mendeteksi tinggi gelombang akibat aktivitas GAK,” tegasnya.
Sehubungan dengan tingkat aktivitas gunung tersebut, masyarakat /pengunjung / wisatawan / pendaki tidak diperbolehkan mendekati gunung tersebut. Krakatau dalam radius 5 km dari kawah aktif. Badan Geologi akan terus berkordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)/ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.”



