- Optimalkan Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah
- Kejari Musi Rawas Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Dana Peremajaan Sawit
- Deklarasi Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat, Akhiri Illegal Drilling di Sumsel
- PWI Fest Digelar 4–5 Desember 2026 di Jakarta, Kick-Off HPN 2027 Lampung
- Tanamkan Semangat Perang, Siapkan Lahan Batalyon Tempur
Arus Mudik-Balik Lebaran Aman dari Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG: Waspada Tsunami Malam Hari
Selanjutnya, Dr Gegar Prasetyo misalnya. Dia menjelskan pada intinya dengan adanya kenaikan aktivitas GAK secara historis pernah menimbulkan tsunami sehingga wajar untuk waspada dan memahami potensi ke depannya seperti apa. “Catatan kami aktivitas GAK yang meningkat wajib diwaspadai. Masyarakat perlu waspada menghindari daerah yang pernah terjadi tsunami pada 2018,” kenangny.
Akan halnya diungkap Dr Semeidi Husin (BRIN). Pihaknya berusaha meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi dini tusnami yang diakibatkan aktivitas GAK di Selat Sunda. “Memasang sistem deteksi dini amnomali muka air yang sebenarnya sudah terpasang sejak 2019. Hanya saja masih terpasang jauh dari sumbernya. Insya Allah dalam waktu dekat sisitem ini akan segera terpasang dan akan membantu mendeteksi tinggi gelombang akibat aktivitas GAK,” tegasnya.
Sehubungan dengan tingkat aktivitas gunung tersebut, masyarakat /pengunjung / wisatawan / pendaki tidak diperbolehkan mendekati gunung tersebut. Krakatau dalam radius 5 km dari kawah aktif. Badan Geologi akan terus berkordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)/ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.”



