- Luas Lahan Terbakar di Sumsel 404 Hektare, 47 Kasus Karhutla dengan 39 Tersangka
- Insan Pers di Sumsel Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
- Veteran Harus Dapat Tempat Kehormatan Terdepan pada Setiap Kegiatan Resmi
- Penanganan Karhutla Sejumlah Gunung Jawa Timur Berlanjut
- Meriahkan HUT Ke-81 TNI, Gelar Lomba Kicau Mania Piala Pangdam II/Sriwijaya Cup III
Arus Mudik-Balik Lebaran Aman dari Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG: Waspada Tsunami Malam Hari
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Prof Ir Dwikorita Karnawati MSc PhD saat menyampaikan konferensi pers bersama BMKG, PVMBG-Badan Geologi dan BNPB mengatakan, ada tiga hal yang perlu disampaikan terkait kewaspadaan potensi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dwikorita turut membenarkan bahwa telah terjadi peningkatan level Gunung Anak Krakatau dari level II (yaitu waspada) menjadi level III (yaitu siaga). Menurut dia, secara historis aktivitas Gunung Anak Krakatau ini pernah menimbulkan tsunami beberapa kali sehingga perlu disampaikan beberapa hal. Mengantasipasi potensi terjadinya tsunami akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, kata Dwikorita, BMKG bersama PVMBG-Badan Geologi Kementerian ESDM terus memonitor perkembangan aktivitas GAK dan muka air laut di Selat Sunda.
“Dengan meningkatnya level aktivitas GAK dari level II menjadi level III yang disampaikan PVMBG-Badan Geologi, maka masyarakat diminta untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi/tsunami terutama di malam hari, sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh BMKG. Kenapa di malam hari, karena malam hari sulit untuk bisa melihat secara visual adanya gelombang tinggi di dekat pantai. Kalau siang hari dapat untuk melihat hal itu. Waspada sesuai informasi yang disampaikan oleh BMKG,” terangnya, Senin (25/4).



