- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Lima Desa di Empat Lawang Terendam, 1.093 KK Terdampak Banjir
JAKARTA, SIMBUR – Banjir merendam lima desa di Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatra Selatan. Banjir dengan tinggi muka air (TMA) 20 – 100 sentimeter itu terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Empat Lawang pada Sabtu (5/2), pukul 18.00 WIB.
Abdul Muhari PhD, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan,
laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, banjir masih menggenangi wilayah terdampak. Lima desa tersebut di antaranya Desa Padanggelai, Desa Muara Rungga, Desa Padang Bindu, Desa Muara Sindang dan Desa Nanjungan.
Anggota BPBD bersama unsur TNI/Polri dan lintas instansi terkait telah berada di lokasi kejadian untuk kaji cepat, pendataan dan koordinasi lebih lanjut terkait percepatan penanganan banjir tersebut.
“Hasil asesmen sementara, banjir tersebut menyebabkan 1.093 KK terdampak. Tidak ada laporan warga yang terluka akibat peristiwa ini. Sedangkan dampak kerugian material, BPBD setempat mencatat rumah terendam sebanyak 1.078 unit, 1 unit fasilitas rumah ibadah rusak serta aset warga yang berupa 244 hektar lahan pertanian ikut terdampak,” ungkap Muhari melalui keterangan resmi yang diterima redaksi, Minggu (6/2).
Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Sumatra Selatan yang berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang hingga Selasa (8/2). “Sebagai bentuk respons dari adanya prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, BPBD Provinsi Sumatera Selatan telah meneruskan informasi peringatan dini potensi hujan lebat kepada lintas instansi terkait dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana hudrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor,” tandasnya.(red)



