Sedot Anggaran Ratusan Miliar, Jadikan Kesejahteraan Rakyat sebagai Muara Proyek Sekanak-Lambidaro

PALEMBANG, SIMBUR – Setelah diisi oleh berbagai kemeriahan, Festival Sungai Sekanak Lambidaro akhirnya resmi ditutup. Meskipun, dengan waktu yang cukup singkat, namun kegiatan yang diadakan sejak Sabtu 6 Februari 2022 kemarin sangat disambut antuasias seluruh masyarakat kota Palembang.

Festival Sekanak Lambidaro sengaja dihadirkan guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga sungai yang juga sekaligus program unggulan Walikota Palembang.

Sekretris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas keberlangsungan Festival yang tertib dan aman tersebut. “Meskipun di luar ekspetasi kita, bahwa ternyata masyarakat sangat antusias sekali pada Festival Sungai Sekanak ini,” kata Ratu Dewa, Minggu(6/2).

Masih dikatakan Ratu Dewa, kegiatan Festival Sungai Sekanak Lambidaro yang telah diadakan tersebut juga dapat menjadi pembelajaran untuk terus tetap mengedepankan Protokol Kesehatan (Prokes). “Walaupun keinginan masyarkat ingin menyaksikan atau haus akan hiburan, akan tetapi ini tetap harus melaksanakan Prokesnya,” ujarnya.

Ratu Dewa juga menuturkan, bahwa Sungai Sekanak Lambidaro yang menjadi objek wisata baru di kota Palembang itu juga masih diharapkan untuk dapat terus dijaga kelestariaannya. “Karena ini menjadi aset bersama, dan mudah-mudahan ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Maryadi Utama juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas setiap dukungan setiap OPD yang turut serta dalam kesuksesan Festival Sungai Sekanak Lambidaro.

“Pembukaan kemarin sudah dilakukan. Saya juga tidak menduga atas antusias warga. Ini merupakan suatu kebanggaan untuk semua,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana Festival tersebut.

Maryadi juga menyampaikan, Sungai Sekanak Lambidaro yang saat ini menjadi ikon kota Palembang tersebut sangat diharapkan dapat menjadi efek positif dari berbagai sisi, baik dari kebudayaan, pariwisata, UMKM dan lain sebagainya.

“Kami keluarga BBWS dan dari seluruh yang bekerja bersama meminta maaf jika memang banyak kekurangan dalam kegiatan ini. Semoga ini menjadi efek yang lebih baik bagi masyarakat sekitar sini,” tungkasnya.

Sungai Sekanak Lambidaro telah rampung di restorasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, dan Pemerintah Kota Palembang.

Sebelumnya Gubernur Sumsel Herman Deru yakin kawasan wisata sungai Sekanak bisa menjadi destinasi wisata yang layak dinikmati pengunjung. Sungai Sekanak Lambidaro kini telah disulap menjadi sungai yang bersih, rapi dan memanjakan mata bagi setiap masyarakat yang melintasi.

“Kerjasama yang luar biasa, kegigihan kita harus sepakat ini kerjasama tidak ada ego sektoral atau kesuksesan sendiri, ini berkerja sama dan sama-sama berkerja. Sama-sama berpikir dan berpikir yang sama,” katanya Sabtu (5/2) petang.

Gubernur juga mengharapkan Pemerintah Kota Palembang untuk menjadikan Festival Sekanak Lambidaro menjadi festival tahunan. “Pemprov bantu dengan caranya, Menteri PUPR dengan caranya, dan Pemkot Palembang dengan caranya. Alhamdulillah Sungai Sekanak Lambidaro jadi proyek strategis nasional. Atas persetujuan semua yang hadir hari ini. Saya minta pak Wali festival seperti ini menjadi agenda tahunan,” imbuhnya.

Herman Deru mengakui, pekerjaan Sungai Sekanak Lambidaro sudah menempatkan hasilnya dari APBD Kota Palembang, APBN juga semua unsur disini sudah termanfaatkan. “Nilai pekerjaan Rp150 miliar bukan hanya keindahan yang didapat tapi manfaatnya. Kementerian PUPR akan menambah 1,3 Km. Mimpinya pak wali menjadikan Sekanak Lambidaro sungai yang digunakan transportasi air bisa tercapai. Insya Allah muaranya untuk kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Herman Deru meminta Pemerintah Kota Palembang dalam desainya menyertakan kearifan lokal, seperti songket dan tanjak. “Saya minta peran masyarakat untuk menjaganya, tidak akan ada gunanya tempat yang dibangun kalau tidak dipelihara. Perubahan airnya yang sudah jauh lebih jernih dari sebelumnya ini dapat digunakan untuk sarana transportasi,” pungkasnya.

Walikota Palembang Harnojoyo mengaku restorasi Sungai Sekanak Lambidaro setelah menyaksikan langsung lomba susur sungai oleh komunitas mengunakan ban dalam bekas mobil. Kata Harnojoyo, dari lomba itulan dirinya berkeinginan keras merestorasi Sekanak. “Dari lomba susur sungai inilah, kita mempunyai cita cita besar,” kata H Harnojoyo.

Saat itu, kata Harnojoyo tepatnya 2017, 20 peserta dari 7 komunitas pecinta sungai bersemangat menyusuri sungai sepanjang 3 km. “Ada masyarakat yang memberanikan diri menceritakan dengan saya sejarah singkat Sungai Sekanak yang langsung terhubung dengan Sungai Lambidaro,” jelasnya.

Bapak yang berusia sudah lanjut ini. Dengan sangat apik, kata Harnojoyo, menceritakan sejarah 60 tahun yang lalu akan Sungai Sekanak. “Sebagai sarana transportasi petani mengangkut hasil alamnya, dan dulunya ikannya sangat banyak dan airnya bisa digunakan untuk sehari hari,” kata Harnojoyo.

Dari sejarah inilah, akhirnya orang nomor satu di kota ini, berkinginan untuk merestorasinya. “Pada 2018 kami mulai melakukan restorasi dari muara Sungai Sekanak dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kota sebesar Rp10 miliar dan keindahannya langsung viral di medsos,” ungkap Harnojoyo.

Tidak berhenti disitu, restorasi pembangunan kembali berlanjut tahun 2019. “Tepatnya Juli 2019, Pemkot Palembang (seluruh kepala daerah) beraudensi dengan Kementerian PUPR dan kami mengutarakan untuk merestorasi Sekanak Lambidaro dan langsung disetujui dan mendapat dukungan penuh Gubernur Sumsel,” kata Harnojoyo.

Pembangunan pun kembali berlanjut dari Balai Sungai Sumatera VIII. Nah, kata Harnojoyo kebersihan dan menghilangkan bau tidak sedap dan menyadarkan masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai menjadi tantangan.

“Ditahun 2020 kami mendapat bantuan dari Pemerintahan Ausralia untuk membangunan IPAL dan difokuskan ke Sungai Sekanak,” jelasnya.

Untuk sampah padat telah mengandeng pihak ketiga untuk insenerator. “Insenerator ini mampun membakar 1.000 ton sampah perhari dari 1.200 000 ton yang dihasilkan perhari dan hanya 600 ton sampah dibawa ke TPA,” jelasnya.

Untuk diketahui, Festival Sungai Sekanak Lambidaro digelar selama dua hari pada 5 – 6 Februari 2022. Dalam festival tersebut masyarakat bisa menikmati aneka kuliner khas daerah di 30 gerai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), bermain perahu menyusuri sungai, menikmati aneka hiburan dan permainan rakyat lainnya. (kbs/red)