Waspada Cuaca Ekstrem, Potensi Bencana Hidrometeorologi Meningkat

JAKARTA, SIMBUR – Selama sepekan medio Januari 2022 sederet bencana terjadi di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Mulai dari bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Banjir terjadi di Jember dan Pasuruan. Tanah longsor kembali melanda Sumedang dan Jepara. Sementara, angin kencang menerpa Situbondo dan Madiun.

Dikabarkan, banjir mengepung enam kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur sejak Senin, (10/1) akibat Sungai Rejoso meluap sehingga mengakibatkan 12 desa terendam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mendata warganya sebanyak 5.017 Kepala Keluarga (KK) di enam kecamatan terdampak banjir. Sebelumnya, banjir merendam 45 rumah warga di wilayah Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (17/1). Peristiwa ini berlangsung setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada petang hari sekitar pukul 18.00 WIB.

Selain banjir, tanah longsor menutup satu akses jalan penghubung Medani – Kaliombo di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, Minggu dini hari (16/1), pukul 03.00 WIB. Dari kajian inaRISK menunjukkan Kabupaten Jepara memiliki potensi longsor di 9 kecamatan. Sebelumnya, 2 hektar sawah dan 26 unit rumah terancam tertimbun longsor di Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Minggu (16/1).  Longsor terjadi pascahujan dengan intensitas hujan cukup tinggi melanda pada pukul 13.20 s/d pukul 16.00 WIB yang mengakibatkan tebing dengan ketinggian sekitar 150 meter dan lebar sekitar 80 meter longsor, serta berdampak 2 hektar sawah tertutup dan sebagian sawah terbawa longsoran hingga menutup aliran sungai Cipo.

Sementara, angin kencang menyebabkan sejumlah rumah rusak di wilayah Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (18/1). Peristiwa pada sore hari ini mengakibatkan kerusakan rumah warga dengan tingkat ringan hingga berat. Data kerusakan per hari ini, Rabu (19/1) tercatat rumah rusak berat 3 unit, rusak sedang 15, dan rusak ringan 4.  Sebanyak 22 KK terdampak kejadian yang berlangsung pada 16.30 WIB.

Abdul Muhari PhD, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, melihat analisis dinamika atmosfer BMKG, semua pihak perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada pekan ini atau periode 17 – 22 Januari 2022. “Fenomena itu secara signifikan dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi,” ungkap Muhari.

Menurut BMKG, lanjut Muhari, wilayah dengan potensi hujan sedang hingga lebat diprediksi terjadi di beberapa wilayah. Di antaranya Sumatera Barat, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, dan Jawa Timur. Kemudian, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur. Selanjutnya, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat dan Papua.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada dan siap siaga dalam mengantisipasi dan melakukan mitigasi dampak bencana hidrometeorologi basah pada puncak musim hujan pada Januari hingga Februari nanti. “Antisipasi dapat dilakukan dengan berbagai langkah, seperti memastikan saluran air berfungsi dengan baik, persiapan tempat evakuasi sementara dengan protokol kesehatan, atau sosialisasi kepada warga untuk rencana kesiapsiagaan keluarga,” tandasnya.(red)