- Ratusan Kades Hadiri Pelantikan SMSI Lahat
- Tekankan Objektivitas dalam Sidang Pankar Pamen dan Pama Triwulan I Tahun 2026
- Satu Warga Tewas, Puluhan Pasien Rumah Sakit di Manado Dievakuasi akibat Gempa dan Tsunami
- Pastikan Aset Negara di Bawah TNI AD Tertib Administrasi dan Punya Kepastian Hukum
- Jembatan SP 4 Plakat Tinggi Ambrol, Kondisi Jalan Mendesak Diperbaiki
Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Tumbuh US$240 Miliar pada 2025, Peluang Resiliensi Humas Menjadi Profesi yang Strategis
PALEMBANG, SIMBUR – Indonesia diprediksi menjadi pasar ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara pada 2025. Karena itu, praktisi hubungan masyarakat (humas) memiliki kesempatan dan peluang (opportunity) untuk membangkitkan semangat resiliensi dan optimisme menjadi profesi yang strategis.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kemenkominfo), Usman Kansong mengatakan, dalam perkembangannya Indonesia sangat berpotensi menjadi raksasa ekonomi digital. Menurut dia, Indonesia berada di posisi utama pada tren perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara yang pertumbuhannya terus meningkat setiap tahun.
“Diprediksi pada 2025 ekonomi digital lndonesia tumbuh empat kali lipat dengan nilai mrncapai US$240 miliar. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pasar potensial ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ungkap Usman Kansong dalam sambutan khusus pembukaan Konvensi Nasional Humas (KNH) 2021 yang digelar secara hybrid di Jakarta, Rabu (15/12).
Usman menambahkan, beberapa aspek harus dipersiapkan untuk melakukan transformasi digital. Termasuk sektor layanan publik di dalamnya. “Transformasi digital juga dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. Pemerintah sebagai pembuat regulasi sekaligus pemberi layanan publik harus mampu beradaptasi dan bertransformasi menghadapi kondisi yang dinamis,” harapnya.
Dalam upaya mendukung transformasi digital, lanjut dia, pemerintah telah mempuh berbagai langkah seperti regulasi dan kebijakan yang mendukung, pengembangan kualitas SDM serta peningkatan konektivitas sebagai backbone dari transformasi digital tersebut.
Masih kata Usman Kansong, salah satu upaya, pemerintah telah menyiapkan pembangunan empat pusat data nasional menuju single source of truth of data (satu pusat data terpercaya). “Dengan mengonsolidasikan 2.700 data yang tersebar di seluruh data centre dan ruang server menjadi satu data nasional di Indonesia,” terangnya.
Tahun ini, tambahnya, pemerintah sedang membangun sembilan satelit bumi multifungsi, satelit republik Indonesia (Satria) yang menghubungkan satelit dengan bumi untuk meningkatkan konektivitas daerah dari barat hingga timur Indonesia.
Meski demikian, ungkapnya, Kemenkominfo megidentifikasi 9.151 kabar bohong selama kurun waktu Agustus 2018 hingga Oktober 2021. Terdiri 931 isu kesehatan diikuti 1.789 isu pemerintahan. Terkait itu, dirinya berharap, Perhumas melalui tagar Indonesia bicara baik secara tidak langsung memberi literasi kepada masyarakat saat berada di dunia maya.
“Kampanye ini diharapkan terus digaungkan secara konsisten terutama di masa pandemi ini. Juga di tahun-tahun mendatang di mana kita akan melangsungkan pesta demokrasi,” imbaunya sembari mengatakan, Perhumas dan pemerintah bisa saling menjaga dan mendukung. “Karena tujuannya sama yakni semangat resiluensi dan optimisme untuk Indonesia tumbuh,” ujarnya.
Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia Agung Laksamana menjelaskan, pihaknya mengusung tema ini karena humas berada dalam tatanan multidimensi. “Harus diakui (krisis) ini sangat berdampak pada profesi dan dunia humas,” ungkap Agung dalam sambutannya.
Namun menurut Agung, dirinya mengajak humas melihat krisis dari dua perspektif. Diilustrasikan, sekitar 60 tahun lalu Presiden Jhon F Kennedy dalam pidatonya mengatakan, krisis dalam bahasa Chinese memiliki dua makna sekaligus, yakni bahaya dan kesempatan. “Dalam konteks ini marilah praktisi humas melihat kondisi ini sebagai opportunity atau sebuah kesempatan. Bukan hanya sebagai krisis semata. Dalam kesempatan ini, Perhumas membangkitkan semangat resiliensi, membangun narasi optimisme dikalangan praktisi humas tanah air baik korporasi, instansi, akademisi maupun individu,” harapnya.
Ditambahkannya, hari ini hari yang istimewa bagi insan Perhumas. Menurut dia, hari ini 49 tahun lalu hari lahir Perhumas Indonesia. Sebagai pioner organisasi profesi agar terus membangun profesionalisme dunia humas indonesia. “Cita-cita kami sama di humas yakni menjadikan profesi humas yang strategis,” tegasnya.
Agung mengatakan Humas di era pandemi Covid-19 diharapkan menjadi agen perubahan serta mampu memberikan edukasi yang berdampak positif bagi masyarakat. Humas harus bisa beradaptasi dengan cepat serta memahami fungsi strategis humas. “Praktisi Humas bisa turut andil sumbang saran agar terjadi peningkatan kesadaran kolektif masyarakat agar memiliki derap langkah yang sama dalam beraksi baik memutus rantai penularan, menebar optimisme dan memperbaiki citra dan reputasi Indonesia,” terangnya.
Sebagai garda terdepan dalam organisasinya serta membangun narasi optimisme profesi, praktisi humas dihadapkan pada tantangan multidimensi seperti saat ini. Namun spirit harus resiliensi, harus optimis. “Humas Indonesia harus bisa beradaptasi dengan cepatnya perubahan seperti saat ini. Menjadikan humas sebagai profesi strategis, humas bagi diri kita, bagi keluarga dan bangsa,” imbaunya.
Humas harus optimisme, humas bicara baik. Menurut Agung, humas adalah Indonesia bicara baik. Jika ada yang bertanya berapa jumlah humas saat ini, kata dia, bisa menjawabnya. Ada 280 juta orang. “Semua rakyat Indonesia adalah humas,” tegasnya.
Demikian diungkap Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko. Dia menegaskan Humas harus menggunakan paradigma baru dalam melaksanakan perannya. Momentum Covid-19 menjadi peluang Humas Indonesia untuk menangani krisis dengan peran strategisnya. “Humas dituntut untuk dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang sangat cepat,” ungkap Moeldoko.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim menyatakan, pentingnya semangat resiliensi dan optimisme di tengah masyarakat. “Humas di era pandemi Covid-19 diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu memberikan edukasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Nadiem.
Senada diungkap Menteri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Dia menekankan bagaimana kreativitas humas perlu memanfaatkan kemajuan teknologi. “Humas Indonesia harus memanfaatkan transformasi digital secara maksimal, inovatif, dan kolaboratif dengan pemangku kepentingan,” ujar Menpar.
Pentingnya peran humas dalam menyebarkan semangat resiliensi dan optimisme ini juga disoroti oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. Menurut dia, semua tantangan dapat dicarikan solusi oleh praktisi humas dengan semangat kolaborasi, adaptasi, dan transformasi serta semangat optimisme bahwa dapat segera bangkit dan tumbuh. “Humas Indonesia melahirkan beragam gagasan kreatif dan inovatif dalam mentransformasi peran aktif Humas sebagai ujung tombak komunikasi menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat,”ujar Teten.
KNH2021 mengangkat topik-topik yang menjadi sorotan selama masa pandemi, yaitu Transformasi Digital PR; Inovasi & Solusi Kreatif PR; Payung Hukum, Etika, & Masa Depan PR; Diplomasi PR; Cyber Security dalam sektor PR. KNH2021 dihadiri praktisi PR dari pemerintahan, swasta, dan akademisi mendorong partisipan menjadi agen perubahan dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru, mengadopsi perubahan-perubahan yang terjadi untuk membangun keahlian dalam menghadapi situasi pandemi saat ini dan ke depannya.
Dalam Rekomendasi Strategis pada tahun ini Perhumas menyoroti tantangan yang dihadapi selama masa pandemi, yaitu program komunikasi tentang pentingnya vaksinasi yang harus terus didorong oleh semua pihak (pemerintah, swasta, masyarakat) agar mencapai target. Selain itu, potensi pertumbuhan ekonomi yang dinamis, sesuai dengan menurunnya tingkat prevalensi kasus pandemi. Selanjutnya, penguatan pada swasta melakukan sustainability communications untuk mendukung pemerintah dalam pengurangan emisi sesuai ketentuan nasional dan internasional.
Rekomendasi selanjutnya, menyangkut pentingnya peran pimpinan dalam menyusun strategi, mengomunikasikan kepada publik, serta berinteraksi dengan internal dan pemangku kepentingan dengan menerapkan etik. Selain itu, aspek hukum tidak menjawab dilema dalam permasalahan komunikasi, dan etika harus menjadi kunci dalam pengambilan keputusan oleh praktisi Humas. Terakhir, praktisi Humas perlu memahami data security dan data privacy serta aspek pengamanan siber.
Melihat tantangan tersebut, humas masa depan diharapkan memiliki nilai strategis dalam pembangunan masa depan bangsa. Humas dituntut mencari cara baru. Penggunaaan strategi dan perangkat baru adalah kunci dalam pelaksanaan strategi kehumasan di masa mendatang. Untuk mewujudkan inovasi ini, tentu dibutuhkan talenta komunikasi yang berkompetensi kelas dunia. Perhumas dapat mendukung program tersebut dan menjalin kolaborasi yang jauh lebih erat.
Menghadapi tantangan besar tersebut, insan Humas Indonesia harus meningkatkan kompetensi, mengembangkan kapasitas, mengembangkan solusi kreatif, dan inovatif, untuk mendukung objektif organisasi dengan tetap memegang teguh Kode Etik Kehumasan. Humas Indonesia perlu terus mengembangkan kompetensinya dengancara menggunakan paradigma baru dalam melaksanakan perannya seperti memahami riset, data, dan analytics sehingga dalam situasiapa pun.
Humas Indonesia memaksimalkan peluang kolaborasi dengan memahami kebutuhan para pemangku kepentingan dalam rangka membangun sinergi untuk mengembangkan citra humas agar mencapai target dan tetap relevan sesuai perkembangan zaman. Perlu membangun strategi berbasiskan goals perusahaan Strategic: Planning, Campaign, Crisis Management) agar inovatif dan kreativitas. Kemudian, mampu mempelajari hal-hal baru dengan cepat, agility, people agility. Humas Indonesia menyampaikan informasi dengan baik dan benar, mulai dari perencanaan, implementasi strategi, sampai tahap evaluasi.
Selanjutnya, memahami value added (nilai tambah) dalam mendukung pemerintah sebagai upaya meningkatkan kinerja terhadap kualitas pelayanan masyarakat. Memiliki semangat transformasi digital secara maksimal, inovatif, dan kolaboratif dengan pemangku kepentingan serta memiliki networking secara luas.
Sementara, Humas harus terus mengembangkan kapasitasnya, dengan cara melakukan akreditasi, mengikuti sertifikasi profesi, dan kurikulum di universitas yang memiliki Program Studi Ilmu Humas diharapkan bergerak serentak untuk mewujudkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Humas juga diharap mampu mengembangkan solusi kreatif dan inovatif untuk mendukung objektif organisasi. Selain itu, dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang sangat cepat. Narasi Humas Indonesia harus optimis, positif dan tangguh. Spirit Humas Indonesia dibentuk berdasarkan pada sikap resiliensi dan optimisme. Mampu membangkitkan semangat resiliensi serta membangun narasi optimisme baik korporasi, instansi, maupun individu. Terakhi, harus memanfaatkan transformasi digital secara maksimal, inovatif, dan kolaboratif dengan stakeholders. (red)



