Memikirkan Kembali Kemajuan Pariwisata dan Budaya OKI, Aman dari Pandemi dan Nyaman Berinvestasi

KAYUAGUNG, SIMBUR – Meraih brand pariwisata terbaik ketiga nasional Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021 menjadi momentum awal untuk memikirkan kembali (rethink) bagaimana upaya memajukan pariwisata dan budaya yang aman dari pandemi serta nyaman berinvestasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Hal itu diungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ahmadin Ilyas SE MSi didampingi Kepala Bidang (Defenitif) Kebudayaan M Kurniawan SE MSi.

“Kami meraih kategori branding pariwisata tingkat nasional. Dengan berhasilnya meraih branding itu, pariwisata OKI jadi sudah menasional. Ini yang menjadi dasar kami bergerak untuk melakukan kerja sama dengan stakeholders (para pemangku kepentingan), baik pemerintah maupun swasta,” ungkap Ahmadin Ilyas, ditemui di ruang kerjanya Senin (13/12).

Menurut Ahmadin, tujuan branding pariwisata di antaranya untuk membuka keran masuknya investasi dari luar. Bukan hanya itu, dirinya meyakini bahwa kepercayaan (trust) menjadi kunci investasi, khususnya sektor pariwisata. “Kondisi pariwisata masih terkendala pandemi. Kuncinya kepercayaan. Bagaimana orang mau berinvestasi jika daya beli masyarakat kurang terhadap produk pariwisata dan kebudayaan,” terangnya.

Ahmadin menambahkan, sebagai Plt Kadisbudpar OKI, dirinya telah menyiapkan berbagai strategi pengembangan pariwisata. “Sekarang kami meneruskan (dan memikirkan kembali). Kami akan kerja samakan dengan stakeholder dan investor. OKI ini kan luas. Dengan demikian, brand pariwisata Kabupaten OKI akan lebih melekat di masyarakat,” paparnya seraya menambahkan, brand pariwisata It’s OKI akan segera dipatenkan. “Sebelum branding pariwisata It’s OKI juara nasional, memang akan kami patenkan ke Dirjen HKI. Proses dan perjalanannya tidak ringan,” tegasnya.

Dijelaskan Ahmadin, bukan hanya di Kabupaten OKI tapi juga di seluruh Indonesia, semua sektor pariwista sedang terpuruk. Kata dia, ada juga daerah yang cepat bangkit karena memang daerah wisata. “Sebenarnya OKI daerah penunjang wisata. Insya Allah kami sudah ada cikal bakal pengembangan pariwisata,” harap dia.

Meski baru sepekan mendapat amanah Plt Kadisbudpar OKI dari Bupati H Iskandar SE dan Wabup HM Djakfar Shodiq, dirinya memastikan program kegiatan tahun 2021 sudah terlaksana dengan baik. “Karena ini di penghujung tahun, program kami sudah terlaksana semua. Kegiatan rutin juga sudah selesai. Jadi saya fokus untuk program 2022,” ungkapnya.

Ahmadin Ilyas pun turut berbangga karena Indonesia resmi menjadi tuan rumah World Tourism Day (Hari Pariwisata Sedunia) pada 27 September 2022. Dirinya berharap kearifan lokal di Kabupaten OKI dapat diikutsertakan pada event-event pariwisata global dengan properti mewah berkelas dunia. “Saya meneruskan program lama, tetap fokus memajukan pariwisata OKI, baik wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, maupun wisata adat,” jelasnya.

Diterangkan pula, ada berapa wisata yang akan dikembangkan. Misalnya Rumah Seratus Tiang yang sudah melegenda. “Kami juga sudah mendapat penghargaan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Di antaranya tari Penguton, Midang, Gulo Puan, Mabang Handak dan Jejuluk. Itu akan kami jadikan daya tarik wisata,” sebutnya.

Terkait anggaran kebudayaan dan pariwisata di Kabupaten OKI, Ahmadin mengaku sangat terbatas. “Walaupun dengan dana terbatas kami akan bekerja keras memajukan kebudayaan dan pariwisata yang berdampak pada kebangkitan ekonomi masyarakat di Kabupaten OKI,” tegasnya.

Diungkapnya, tahun 2022 masih ada pengaruh Covid-19 sehingga anggaran dinas masih terkena refocusing (pemotongan). “Kebetulan pemotongan anggaran pada kegiatan yang sangat penting dan sakral, khususnya di bidang kebudayan. Ada anggaran yang terpotong di antaranya program besar midang. Midang ini sudah dua tahun tidak terlaksana. Kemungkinan besar tahun 2022 Midang juga tidak terlaksana karena anggaran sudah dipotong,” ujarnya.

Selain pemangkasan anggaran, dirinya mengatakan bahwa pandemi Covid-19 juga belum berakhir. “Ada yang bilang (Covid-19) sudah berakhir tapi muncul varian baru Omicron. Jadi secara admisnistrasi kami tidak bisa melaksanakan Midang tahun depan karena ada aturannya dari pusat,” tutupnya.(red)