Bekali Materi Medis dan Teknik Jungle Rescue
PALEMBANG, SIMBUR – Masih dalam rangkaian Diksarlat L-XVIII 2021 Komunitas 9 Team Indonesia. Peserta dan panitia Diksarlat komunitas pecinta alam, Minggu (5/12/21) sekitar pukul 09.00 WIB, mendatangi kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Palembang, di Jalan Gub H Asnawi Mangku Alam atau diarah Bandara SMB II Palembang.
Sebanyak 13 peserta anggota baru ditambah panitia, mengikuti pelatihan dari Tim Rescuer Basarnas, baik pengenalan peta dan arah mata angin. Pelatihan tersebut diberikan 5 rescuer trampil. Pasalnya penting hal ini, mengingat meraknya insiden buruk di daerah ketinggian saat pendakian yang minim pengetahuan dan wawasan.
Rescuer Terampil Basarnas Yopie Sandi didampingi Himawan Sulistoya mengatakan, kepada Simbur, materi yang disampaikan dalam pendidikan dasar komunitas pecinta alam K9 Team, yakni ilmu medis dasar dan jungle rescue.
“Materi medis ini peserta diksar dapat memahami ketika seseorang atau korban mengalami berhenti napas, tidak ada napas tidak ada denyut nadi. Kedepan materi medis dan jungle rescue bisa ditambah dan diperbanyak lagi,” kata Yopie.
Jungle rescue dilanjutkan Yopie, bahwa dari pengenalan kompas dan survive atau bertahan hidup. “Jungle rescue ini bila ada yang tersesat di hutan, disarankan supaya jangan panik. Di situ ada metode stop, atau Sit Tink Observe and Plan,” cetusnya.
Medical rescue sendiri ditekankan Yopie, salah satunya penanganan dislokasi. “Dislokasi ini bila korban mengalami cedera patah tulang, sehingga perlu penanganan tepat, maka cederanya tidak jadi fatal,” ungkapnya kepada Simbur.
Perihal kejadian kerap ditangani Basarnas sendiri, banyak mengenai kecelakaan di ketinggian hingga kecelakaan air. Semoga ilmunya bermanfaat dan bisa diterapkan. “Satu hal yang paling kerap terjadi di daerah ketinggain itu biasanya pendaki mengalami hipotermia. Tadi penangannya juga kita jelaskan. Salah satunya agar tubuh seseorang yang terkena hipo ini harus kering dan dibantu dengan panas tubuh rekannya,” timpal Himawan.
Ketua pelaksana Diksarlat L-XVIII Nopan Ariansyah mengatakan pelatihan dari Basarnas ini untuk kali keempatnya, dalam setiap rangkaian yang diadakan K9 Team, ditambah juga dengan latihan operasi Sar Basarnas.
“Ini menjadi bekal dan ilmu yang penting bagi kami, baik itu adik-adik kami, calon anggota baru Diksarlat XVIII, untuk menambah wawasan. Sehingga saat kami melakukan kegiatan dialam, baik hutan dan gunung kami tahu teknik dan cara yang benar,” ungkapnya.
Nopan berharap, kegiatan komunitas pecinta alam K9 Team bersama Basarnas Palembang kedepan dapat terus terjalin. Mengingat situasi dan kondisi pandemi yang terjadi, sehingga sejumlah kegiatan harus ditunda, dikurangi bahkan dihentikan sementara. “Semoga kegiatan dan silaturahmi K9 Team dengan Basarnas tetap terjalin,” harap Ketupel. (nrd)



