Petik Edelweis dan Kayu Panjang Umur, Enam Remaja Di-blacklist 3 Tahun

PALEMBANG, SIMBUR – Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (Brigade) terpaksa memberikan sanksi tegas terhadap 6 remaja rombongan pendaki liar (romli). Enam pendaki ada berstatus pelajar ini nekat menerobos jalur tidak resmi Tugu Rimau. Tindakan mereka diperparah lagi dengan merusak dan memetik tanaman yang dilindungi.

Enam remaja ini berinisial CS, DA, DD, DM dan DA. Sanksi tegas enam remaja pendaki liar ini berupa tindakan tegas dengan memberikan surat pernyataan. Karena telah melakukan secara ilegal, tidak mematuhi peraturan sesuai SOP, lalu meninggalkan sampah di kawasan gunung Dempo. Mereka di-balcklist tidak dapat melakukan aktivitas dan pendakian.

“Iya kemarin blacklist lagi selama 3 tahun. Enam remaja ini nekat menerobos jalur tidak resmi. Kemudian mereka juga mengambil Bunga Edelweis dan Kayu Panjang Umur atau Cantingi. Enam remaja ini pelajar ada yang SMP dan SMA,” ungkap Arindi anggota Brigade dan Forpa Dempo, kepada Simbur, Selasa (16/11) pukul 21.30 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi Sabtu (13/11) sekitar pukul 11.00 WIB. Keenam remaja ada yang berstatus pelajar SMP dan SMA ini, melakukan registrasi di Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo atau Brigade, untuk melakukan pendakian gunung Dempo di Pagaralam. Namun dari pengecekan, barang dan peralatan pendakian enam remaja ini tidak lengkap atau tidak sesuai standar SOP pendakian. Demi menghindari hal tidak diharapkan atau keselamatan, maka anggota Brigade tidak mengizinkan untuk melakukan pendakian. Disarankan untuk kemah saja di sekitaran Kampung IV di kaki Gunung Dempo.

Selanjutnya sekitar pukul 15.15 WIB, enam remaja ini memutuskan kemah saja di kampung IV maka diizinkan. Setengah jam kemudian anggota Brigade melakukan pengecekan dan patroli. Ternyata enam remaja ini tidak berkemah di Kampung IV. Kejadian itu dilaporkan ke Brigade, dan memutuskan 1×24 jam untuk menunggu informasi selanjutnya. Keesokannya Minggu (14/11/21) sekitar pukul 13.00 WIB, ada grup pendaki melaporkan enam pendaki ini. Maka anggota Brigade yang standby di Tugu Rimau pun dihubungi. Untuk mengantisipasi pendaki nekat menerobos jalur evakuasi Tugu Rimau ini.

Lalu anggota Brigade di Tugu Rimau melaporkan memang ada enam remaja yang menerobos jalur evakuasi Tugu Rimau. Dari pemeriksaan hasilnya sangat mengejutkan. Enam pendaki liar ini merusak, memotong dan membawa turun tanaman endemik gunung Dempo yang dilindungi.

Yakni Bunga Edelweis dan Kayu Panjang Umur atau Cantinggi. Brigade Kampung IV lantas mendaki enam pendaki liar ini. Hasilnya selain diam-diam menerobos jalur evakuasi Tugu Rimau, barang bukti Bunga Edelweis dan Kayu Panjang Umur juga didapati. (nrd)