- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Media Baru Memudahkan Masyarakat Menikmati Radio
PALEMBANG, SIMBUR – Media baru berbasis teknologi digital memudahkan masyarakat untuk mendengar dan menikmati siaran radio. Hal itu diungkap Kepala Stasiun LPP RRI Palembang, Ahmad Bahri saat dialog interaktif di studio Pro 1 RRI Palembang, Jumat (10/9).
Ahmad Bahri mengatakan, saat ini radio dikatakan pendengar menurun. Menurut dia, justru dari data yang ada, jumlah pendengar radio di Indonesia tahun 2021 mencapai 45 juta orang.
“Artinya pendengar radio masih banyak. Ada media baru, memudahmasyarakat mendengarkan radio. Tinggal sekarang bagaimana memanfaatkan media baru. RRI sduah menyesuaikan dengan teknologi yang ada, RRI sudah masuk semua multiplatform,” tegasnya.
Lanjutnya, RRI terus mengupgrade diri dari sisi teknologi bahkan RRI Palembang terpilih menjadi percontohan pilot project AM/DRM Receiver se-Indonesia. Ada enam 6 proyek nasional, Sumsel menjadi salah satu menjadi project itu. “Jika lihat perkembangan tekonologi, pendengar jika sudah mendownload, dapat melihat rrinet, tonton yang anda dengar,’’ kata Ahmad.
Ditambahkannya, RRI setiap tahun memperingati HUT pada 11 September 2021, usia RRI mencapai 76 tahun. Sudah banyak yang dicapai lembaga penyiaran publik ini, dalam memanfaatkan teknologi berbasis digital, rriplayGo. “Kesannya jadul di usia itu, tetapi RRI sebenarnya tidak jadul sudah dapat dinikmati di ujung jari. Di situ seluruh fitur RRI ada. Mau dengar RRI seluruh Indonesia, hanya perlu men-dowload aplikasi rriplayGo, tinggal dengar dari Sabang sampai Maruke,” terangnya.
Menurut Ahmad Bahri, lebih dari 200-an kanal RRI dari hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk di perbatasn negara lain, RRI memberikan informasi tidak hanya melalui frekuensi namun juga digitalisasi. Misi itu di berikan negara kepada RRI agar dapat melayani seluruh masyarakat Indoensia. Sehingga masyarakat dapat mendegarkan informasi melalui RRI demikian juga radio swasta lainnya.
“Jumlah RRI terdapat 97 stasiun. Untuk tingkat kabuapten terdapat dua studio Pro 1 dan Pro2. Sedangkan tingkat provinsi itu memiliki 4 kanal, dari 17 korwil, artinya RRI lebih dari punya 200-an kanal,” jelasnya.
Karena itu, RRI harus gencar untuk mesosialisasikan aplikasi rriplayGo, agar kesan jadul terhapus di masyarakat. “RRI tidak jadul, orang mungkin belum banyak tahu dengan perkembangan RRI saat ini’’ imbuhnya.
Menurut pria yang pernah menjabat Kepsta RRI Bengkulu, RRI Gorontolo dan juga Kepsta RRI Bangka Belitung menyampaikan untuk mempercepat Pilot Project AM/ DRM, rencananya akhir tahun ini suluruh alat pemancar digital akan di terima RRI Palembang. “Untuk wilayah Sumatera hanya RRI Palembang dapat, ini merupakan suatu kebanggaan untuk lebih meningkatkan digiatlisasi RRI semakin dekat dengan masyarakat,’’ tutupnya.
Senada disampaikan Bendahara Umum Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional (PRSSI) Dina Apriana yang juga menjadi narasumber dialog interaktif. Menurut Dina, radio harus dapat mengoptimalkan aplikasi yang berbasis digital yang banyak dilakukan media lain, seperti live streaming yang mendominasi. Sehingga radio tampil percaya diri, apalagi radio memiliki karakterer tersendiri.
”Radio ini memiliki karakteristik tersendiri, ketika penyiar menyapa pendengar, terasa lebih dekat, ini yang membedakan radio dengan media lain,” tutur Dina.
Sementara, pembicara lainnya, Amir Syarifuddin dari UIN Raden Fatah Palembang mengatakan, Radio Republik Indonesia (RRI) masih ada di hati masyarakat sepanjang menyampaikan apa yang dibutuhkan masyarakat, bukan yang diinginkan. “RRI bisa berbuat sepanjang output-nya itu dibutuhkan publik. Kalau output semua yang dibutuhkan masyarakat yakinlah RRI tetap di hati masyarkat, bukan yang diinginkan namun yang di butuhkan,” ungkapnya.
Menurut Amir, RRI terus berbenah, sehingga tidak akan kehilangan pendengar karena memiliki segmen tersendiri. “Sebelum merdeka RRI alat perjuangan. Alat propaganda untuk mempersatukan pemikiran harus merdeka,” jelas Amir. (red/rel)



