- Warga Lima Desa Perbaiki Jalan Rusak secara Swadaya
- Gubernur Papua Apresiasi Dukungan BKN Tingkatkan Kualitas ASN Daerah
- PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Car Free Night Atmo Geliatkan Ekonomi dan Bahagiakan Warga Palembang
- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
Ratusan Hektare Lahan Terbakar, Ulah Manusia Tak Bertanggung Jawab
PALEMBANG, SIMBUR – Kebakaran hutan dan lahan terus merebak di wilayah Sumsel. Satgas darat dan udara, baik BPBD, TNI-Polri, Pemadam, masyarakat peduli api, terus berjibaku menanggulangi dan meminimalisir kebakaran. Agar karhutla tidak semakin parah, hingga kabut asap menganggu pandangan dan pernapasan.
Rapat koordinasi penanggulangan karhutla Pemda Ogan Ilir, BPBD Ogan Ilir, dengan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya, digelar di ruangan Bina Praja Pemprov Sumsel Jumat (6/8) sekitar pukul 15.30 WIB. Selepas rapat koordinasi penanganan karhutla, Mawardi Yahya mengatakan, terkait merebaknya kebakaran hutan di wilayah Ogan ilir, katanya titik apinya tidak seberapa, hanya laporannya sampai ke pusat cepat sekali.
“Jadi kenapa, sudah saya sampaikan, karena lokasinya mudah dijangkau. Maka informasi-informasi ini selalu duluan sekali disampaikan. Dari itu saya mengharapkan pemerintah daerah Ogan Ilir, segera membentuk Satgas Api di desa. Untuk luasan yang terbakar sekitar 17 hektare lebih. Terkadang yang jadi masalah tadi sudah kita bahas, lahan gambut ini tidak seberapa. Tapi untuk lahan pertanian, terlampau banyak ulah manusia barang kali terjadinya karhutla di Ogan Ilir,” terangnya kepada Simbur.
Maka penanganan karhutka ini akan libatkan kades-kades untuk memberikan pengertian kepada masyarakat demi kebaikan untuk tidak membuka lahan dengan membakar.
Di tempat yang sama Sekda Ogan Ilir Husin menegaskan, untuk mengatasi karhutla lebih memaksimalkan, pihaknya akan memaksimalkan tugas satgas-satgas api di desa. “Satgas di desa ini, akan bergerak memantau 24 jam karhutla. Mencegah dan mengawasi bagi ulah manusia tidak bertanggung jawab, yang sengaja membakar,” harapnya.
Sedangkan luasan 17 hektare lahan yang terbakar, menurutnya datanya belum masuk semua. ”Data pastinya ada di BPBD, upaya pencegahan dan pemadaman terus kita lakukan. Untuk satgas di desa juga akan kita alokasikan anggarannya,” ujarnya.
Terkait mengatasi para pelaku tidak bertanggung jawab melakukan pembakaran pihaknya bekerja sama dengan kepolisian. “Soal upaya hukumnya di tangan kepolisian,” tukas Sekda Ogan Ilir kepada Simbur.
Ada pula, data karhutla BPBD Sumsel, sedari tanggal 01 Januari-06 Agustus 2021, untuk karhutla Ogan Ilir, selama 6 bulan lebih, tercacat seluas 188,77 hektare. Disusul wilayah Banyuasin 16,62 hektar, lalu Muba 9,5 hektar dan wilayah Pali 4,75 hektar. (nrd)



