- Hadapi Dampak Krisis Global dengan Indonesia Bicara Baik
- Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel
- Sebelas Detik Mengubah Makna: Ketika Algoritma Mengalahkan Fakta
- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
Lokasi Sulit Dijangkau, Harus Seberangi Rawa
# Padamkan 7 Hektare Lahan Terbakar, 6 Helikopter Dikerahkan
JAKARTA, SIMBUR – Satuan Tugas (Satgas) gabungan berhasil memadamkan titik api seluas 7 hektar di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Satgas yang terdiri dari unsur BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri dan masyarakat bekerja sama untuk mengendalikan titik api.
Lokasi area terbakar meluas di tiga desa yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Desa Salatiga di Kecamatan Indralaya, Desa Lubuk Keliat di Kecamatan Lubuk Keliat dan Desa Sungai Rambutan di Kecamatan Indrala Utara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir melaporkan area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Indralaya Utara lebih luas dibandingkan di Kecamatan Lubuk Keliat dan Kecamatan Indralaya.
Titik api terpantau setelah mendapatkan laporan Satgas Udara. Hingga hari ini, Jumat (30/7), BPBD Ogan Ilir melaporkan bahwa titik api semuanya berhasil dipadamkan. Upaya pemadaman ini juga menggunakan jet shutter, spray nozzle dan Helikopter yang didukung oleh BNPB. Para petugas memanfaatkan sumber air dari kanal untuk pemadaman karhutla. Satgas segera melakukan pendinginan atau mopping up setelah pemadaman pada area terbakar.
“Kendala yang dihadapi di lapangan yaitu lokasi yang sulit dijangkau karena terdapat rawa-rawa yang harus diseberangi,” ujar Abdul Muhari PhD, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (30/7).
Satgas gabungan juga melakukan pengecekan lapangan dan pembasahan di sekitar titik api guna meminimalkan munculnya api dari lahan yang sudah padam. Petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan atas penyebab terjadinya kebakaran di tiga titik tersebut.
Dijelaskannya, BNPB berupaya melakukan percepatan penanganan karhutla dengan mengerahkan 6 helikopter penanganan karhutla di wilayah Sumatera. “Helikopter tersebut dimanfaatkan untuk patroli udara dan pengeboman air atau water-bombing, seperti yang telah dilakukan untuk pemadaman api di beberapa titik di wilayah Sumatera Selatan,” jelasnya.
Sejumlah helikopter sudah dikerahkan untuk membantu pemadaman karhutla di wilayah Sumatera, antara lain 3 unit helicopter Mi-8AMT dengan kapasitas water-bombing 4.000 liter, 1 unit helikopter Kamov KA-32A11BC kapasitas 5.000 liter dan 2 unit Sikorsky S61-N kapasitas 4.000 liter.
BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD terkait upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla di beberapa provinsi, seperti Sumatera Selatan, Jambi, Riau dan beberapa provinsi lain di Kalimantan. “BNPB selalu menekankan untuk langkah-langkah pencegahan dini sebelum titik api meluas, khususnya di lahan-lahan gambut,” tandasnya.
Diwartakan, kebakaran sekitar 20 hektare lahan semak belukar terjadi pada Rabu (28/7) sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelumnya, seluas 4,5 hektare lahan juga terbakar pada Minggu (25/7) sekitar pukul 19.00 WIB. Sepanjang Juli-Juni 2021, ini sudah 72 hektare lebih lahan terbakar di Provinsi Sumatera Selatan dengan data terus berkembang. (red)



