- Sidak Ranmor di Makodam II/Sriwijaya, Tertibkan Administrasi Kendaraan Dinas dan Pribadi
- Asrendam II/Sriwijaya Tutup Pelatihan Tugas dan Fungsi Satker Tahun 2026
- Firdaus Minta SMSI Jadi Penanggung Jawab HPN 2027
- Babinsa Koramil 402-07/Indralaya Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Rambutan
- Pramuka Dorong Lahirnya Generasi Mandiri, Berkarakter, dan Siap Hadapi Era Digital
Siapkan Rumah Sakit Khusus Covid-19
LUBUKLINGGAU, SIMBUR – Penyebaran virus corona saat ini semakin mengganas. Setiap hari pasien terkonfirmasi positif dan meninggal dunia di Kota Lubuklinggau terus bertambah. Rumah sakit yang ada sudah tak mampu menampung pasien. Saat ini Kota Lubuklinggau masuk kategori zona merah atau daerah berisiko tinggi. Hal ini membuat Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe berupaya mendirikan rumah sakit khusus Covid-19 di RSUD Maha Prana di Kelurahan Petanang.
Pendirian rumah sakit khusus ini akan dikoordinasikan terlebih dengan aparat penegak hukum dan BPKP. Terutama terkait anggaran agar tidak menimbulkan persoalan hukum dikemudian hari. Walikota H SN Prana Putra Sohe mengatakan, upaya Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam waktu dekat dan secara bertahap RSUD Petanang telah dilakukan survei dan kajian untuk dijadikan rumah sakit rujukan.
“Hingga saat ini Pemerintah Kota Lubuklinggau terus mengupayakan anggaran untuk rehab ringan dan rehab berat pada RSUD tersebut. Nantinya akan dilaksanakan oleh Dinas PUPR. Persiapan kelengkapan medis yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan,” ujar Wako, Jumat (23/7).
Wako menjelaskan bahwa Kota Lubuklinggau saat ini keterisian tempat tidur atau (BOR) di semua rumah sakit yang ada di Lubuklinggau sudah penuh. Karena itu, masyarakat yang membutuhkan pelayanan di luar Covid-19 terganggu.
Walikota juga menerangkan bahwa masyarakat saat ini membutuhkan oksigen dan bergejala yang harusnya dirawat di rumah sakit. “Karena rumah sakit sudah tidak tertampung sehingga mereka terpaksa melakukan isolasi mandiri dengan segala keterbatasan yang ada,” jelasnya.
Walikota berkomitmen pemerintah akan berusaha dengan maksimal. Dalam waktu secepat mungkin bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan rumah sakit khusus tersebut. “Dalam waktu satu bulan akan selesai. Apabila proses pendapat hukum cepat maka akan segera dikerjakan,” terangnya.
Bersama dirinya, lanjut Wako, Kapolres diikuti Dinkes akan meninjau kesiapan Rumah Sakit Siti Aisyah untuk membuat ruang isolasi Covid-19 khusus ibu hamil yang bisa menampung 8 pasien. Karena itu, Walikota meminta agar direktur rumah sakit tersebut membuka kembali ruang isolasi dan segera merekrut dokter dan perawat guna menunjang operasional penambahan ruang tersebut.
Nanan mengakui saat ini banyak tenaga kesehatan yang terpapar sehingga kesulitan bagi rumah sakit yang ada di kota Lubuklinggau untuk menambah ruang/tempat tidur bagi pasien Covid-19. Dia mengaku telah minta bantuan tenda darurat TNI dan telah terpasang 2 unit di RS Siti Aisyah. Rencananya 2 unit lagi akan dipasang di RSUD Petanang tenda dari Brimob. “Dalam upaya ini seharusnya diikuti kesadaran masyarakat yang tinggi juga untuk mematuhi protokol kesehatan yang selalu disosialisasikan pemerintah,” tadasnya. (red/rel)



