Jelang Iduladha, Periksa Kesehatan Hewan Kurban

PALEMBANG, SIMBUR – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan inisiatif mengirim petugas pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha 1442 H ke 17 kabupaten/kota.  Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya menjelaskan, pengiriman petugas pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban dilakukan untuk memastikan aspek halal dan kebersihan hewan yang akan dikorbankan saat hari raya Idul Adha menatang.

“Petugas ini berperan memberikan imbauan kepada masyarakat terkait syarat hewan kurban  yang layak dipotong,” ucapnya usai melepas petugas pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Kamis (1/7).

Mawardi mengatakan, para petugas yang dikirim tersebut terdiri dari Dinas Peternakan dan Hewan Sumsel, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumsel, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel dan pihak terkait  lainnya.  “Inisiatif ini baru pertama kali kami lakukan. Tahun sebelumnya tidak ada. Kami ingin hewan kurban masyarakat dalam kondisi sehat terhindar dari penyakit,” ujarnya.

Menurutnya, tim tersebut juga memastikan proses pemotongan hewan kurban memenuhi standar kesehatan. Seperti alat pemotongan yang bersih, penggunaan air yang bersih dan lain sebagainya.  “Ini tugas bersama, memberikan edukasi kepada masyarakat terkait informasi hewan kurban yang sehat dan aman. Apalagi saat ini di tengah Covid-19, sehingga harus dijaga kebersihannya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, Ruzuan Efendi mengaku, lebih dari 500 orang penyuluh akan disebar di kabupaten/kota untuk memberikan edukasi kepada pedagang dan masyarakat terkait kesehatan hewan kurban.  “Keterlibatan kami untuk memastikan masyarakat mendapat daging yang sehat, dan syarat ibadah berkurban terpenuhi. Sehingga harus dilakukan sesuai aturan seperti aspek umur dan kesehatan hewan,” ujarnya.

Tak hanya itu, tim penyuluhan juga akan ikut memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana proses pelaksanaan kurban dengan tetap taat protokol kesehatan ketat.  “Kami kerjasama dengan MUI, DMI dan PDHI merupakan yang pertama kali dilakukan. Tujuannya meningkatkan kualitas, meningkatkan keterampilan pemotong hewan kurban agar aman sehat utuh dan halal (Asuh),” ucapnya.

Ruzuan menjelaskan, proses pembekalan pada tim pemantau dan pemeriksaan tingkat kabupaten/kota telah dilakukan secara virtual pada 29 Juni 2021 lalu. “Pelaksanaan pemeriksaan dan pemantauan hewan kurban dilakukan mulai 20 Juni hingga  15 Juli 2021 mendatang. Untuk pemeriksaan dan pembekalan pemotong hewan kurban dilakukan di masjid dan musala dilaksanakan pada 20 hingga 23 Juli 2021 nanti,” tendasnya.(kbs/rel)