Antisipasi Karhutla, Tekan Penyebaran Covid-19 di Sumsel

PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur Sumsel H Herman Deru memberikan apresiasi untuk jajaran  Kepolisian Daerah  (Polda)  Sumsel   yang sudah aktif bersama dengan stakeholder lainnya. Terutama dalam mengantisipasi  kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta upaya menekan penyebaran virus  Covid-19.

Menurut Herman Deru,  karhutla di Sumsel sejauh ini masih dapat diatasi hal tersebut berkat kekompakan dan sinergitas TNI/Polri dan seluruh stakeholder.  Terlebih  Sumsel sejauh ini sudah memiliki  aplikasi Sistem Operasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Terpadu (Songket) yang dapat mendeteksi hotspot.

“Di Indonesia cuma ada dua untuk mendeteksi dini Karthutla yaitu Songket dan Dashboard Lancang Kuning. Artinya melalui aplikasi Songket bisa melihat kondisi secara real time, bagaimana kondisi hotspot sehingga bisa ambil gerak cepat mengatasinya,” kata Gubernur Herman Deru dibincangi disela-sela meninjau progres pembangunan gedung Mapolda Sumsel dalam rangkaian   Upacara Hari Bhayangkara ke-75 Tahun  yang berlangsung  di ruang Rekonfu Polda Sumsel, Kamis (1/7) pagi.

Gubernur mengenakan pakaian adat berupa songket dan tanjak didampingi Kapolda meninjau  progres pembangunan Mapolda. Ditempat ini  Herman Deru menyingung penyebaran Covid-19. Menurutnya penyebaran Covid-19 di Sumsel tetap   terkendali, meskipun ada kelonjakan-lonjakan. Sebagai parameternya adalah ketersediaan  bed occupancy rate (BOR). ” BOR pada posisi yang tidak tinggi bahkan menengah. Jadi ini sebagai acuan daerah mengendalikan Covid-19,” ucapnya.

Dalam memberikan pelayanan yang ditekankan oleh Presiden RI, Joko Widodo saat sambutan secara virtual pada HUT Bhayangkara, Herman Deru mengatakan Polri membutuhkan tempat untuk pelayanan bagi masyarakat. Dalam hal ini Pemprov Sumsel bersama DPRD Sumsel membangunkan kantor pusat pelayanan Mapolda Sumsel.

Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri menyampaikan dua hal yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Kepolisian Daerah Sumsel yakni Covid-19 dan karhutla. “Antisipasi karhutla  sudah kami siapkan dari sekarang. Sumsel darurat Karhutla  sebagai acuan untuk melakukannya. Kami terus melakukan kegiatan baik dalam konteks mengedukasi kepada masyarakat sampai dengan menindak pelaku-pelaku pembakaran hutan,” ucapnya.

Pada HUT ini, Dia juga meminta maaf kepada masyarakat Sumsel dimana jajaran Polda Sumsel belum mampu melayani masyarakat semaksimal mungkin. Tapi ke depan pihaknya akan melalukan yang terbaik. “Kami berharap ke depan dengan intropeksi serta bantuan dari seluruh masyarakat dan Forkopimda, Polri ke depan akan  lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan pada  masyarakat,” tandasnya. (kbs/rel)