- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Antisipasi Karhutla, Tekan Penyebaran Covid-19 di Sumsel
PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur Sumsel H Herman Deru memberikan apresiasi untuk jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel yang sudah aktif bersama dengan stakeholder lainnya. Terutama dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta upaya menekan penyebaran virus Covid-19.
Menurut Herman Deru, karhutla di Sumsel sejauh ini masih dapat diatasi hal tersebut berkat kekompakan dan sinergitas TNI/Polri dan seluruh stakeholder. Terlebih Sumsel sejauh ini sudah memiliki aplikasi Sistem Operasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Terpadu (Songket) yang dapat mendeteksi hotspot.
“Di Indonesia cuma ada dua untuk mendeteksi dini Karthutla yaitu Songket dan Dashboard Lancang Kuning. Artinya melalui aplikasi Songket bisa melihat kondisi secara real time, bagaimana kondisi hotspot sehingga bisa ambil gerak cepat mengatasinya,” kata Gubernur Herman Deru dibincangi disela-sela meninjau progres pembangunan gedung Mapolda Sumsel dalam rangkaian Upacara Hari Bhayangkara ke-75 Tahun yang berlangsung di ruang Rekonfu Polda Sumsel, Kamis (1/7) pagi.
Gubernur mengenakan pakaian adat berupa songket dan tanjak didampingi Kapolda meninjau progres pembangunan Mapolda. Ditempat ini Herman Deru menyingung penyebaran Covid-19. Menurutnya penyebaran Covid-19 di Sumsel tetap terkendali, meskipun ada kelonjakan-lonjakan. Sebagai parameternya adalah ketersediaan bed occupancy rate (BOR). ” BOR pada posisi yang tidak tinggi bahkan menengah. Jadi ini sebagai acuan daerah mengendalikan Covid-19,” ucapnya.
Dalam memberikan pelayanan yang ditekankan oleh Presiden RI, Joko Widodo saat sambutan secara virtual pada HUT Bhayangkara, Herman Deru mengatakan Polri membutuhkan tempat untuk pelayanan bagi masyarakat. Dalam hal ini Pemprov Sumsel bersama DPRD Sumsel membangunkan kantor pusat pelayanan Mapolda Sumsel.
Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri menyampaikan dua hal yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Kepolisian Daerah Sumsel yakni Covid-19 dan karhutla. “Antisipasi karhutla sudah kami siapkan dari sekarang. Sumsel darurat Karhutla sebagai acuan untuk melakukannya. Kami terus melakukan kegiatan baik dalam konteks mengedukasi kepada masyarakat sampai dengan menindak pelaku-pelaku pembakaran hutan,” ucapnya.
Pada HUT ini, Dia juga meminta maaf kepada masyarakat Sumsel dimana jajaran Polda Sumsel belum mampu melayani masyarakat semaksimal mungkin. Tapi ke depan pihaknya akan melalukan yang terbaik. “Kami berharap ke depan dengan intropeksi serta bantuan dari seluruh masyarakat dan Forkopimda, Polri ke depan akan lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan pada masyarakat,” tandasnya. (kbs/rel)



