Dua Penculik Anak Dituntut 7 Tahun

PALEMBANG, SIMBUR – Kasus penculikan anak diperbuat terdakwa Suhartono alias Tono (38) dan terdakwa Sutrisno alias Tri (31). Keduanya warga Jalan Taman Murni, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, memasuki agenda tuntutan.

Persidangan digelar Selasa (22/6/21) sekitar pukul 13.30 WIB, diketuai majelis hakim Sahlan Effendi SH MH, dengan pembacaan dakwaan disaksikan para terdakwa secara virtual dan dihadiri penasihat hukumnya Jurnelis SH.

Dalam pembacaan tuntutannya JPU Wiwin Setyawati SH MH, Pasal 76 F Jo Pasal 83 UU RI No 35/2014, tentang perubahan RI No 23/2002 tentang Perlindungan Anak, Jo UU RI No 17/2016 tentang penetapan perubahan UU RI No 1/2016 tentang perubahan kedua RI No 23/2002 tentang Perlindungan Anak dalam dakwaan tunggal.

“Menyatakan menuntut terdakwa 1 Suhartono alias Tono dan terdakwa 2 Tri bersalah. Dengan pidana penjara masing-masing selama 7 tahun, denda Rp 60 juta dan subsider 2 bulan. Dengan terdakwa dikurangi selama masa tahanan dan memerintahkan terdakwa tetap dalam tahanan,” tegas JPU.

Jurnelis SH menegaskan, kedua terdakwa dalam tuntutannya dinyatakan bersalah melakukan penculikan terhadap seorang anak terjadi di Lorong Citra Damai I, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarame.  “Terdakwa dalam kasus penculikan tadi dituntut jaksa, selama 7 tahun pidana penjara,” singkatnya kepada Simbur.

Dari dakwaan diketahui, kasusnya terjadi Jumat (19/2/21) sekitar pukul 12.50 WIB, di Jalan R Suparman, Lorong Citra Damai I, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarame, melakukan penculikan anak DI (3 tahun).  Penculikan itu atas ide terdakwa di bulan Januari 2021, dengan peran terdakwa Tono menculik dan meminta tebusan uang Rp100 juta. Sedangkan peran terdakwa Tri yang membawa korban ke rumahnya. Rencananya penculikan dengan sasaran anak-anak dilakukan setiap Jumat.  Selanjutnya terdakwa dengan mengendarai motor Honda Scoopy BG 2925 IP warna putih, Jumat tanggal 19 Februari 2021 mencari sasaran di Lorong Citra Damai I. Terdakwa melihat korban DI sedang bermain dengan teman-temannya.

Terdakwa Tono, lalu bertanya kepada salah satu anak disana, “Ado papah dak?” “Dak katek” sahut si anak. Melihat anak-anak sibuk main bola, terdakwa langsung mencangking korban DI ke motornya lalu kabur.

Terdakwa Tono kemudian menghubungi terdakwa Tri, mengatakan korban sudah dapat. Korban akan dibawa ke sebuah rumah kosong di kawasan Kebun Sayur. Terdakwa Tri segera meluncur. Setibanya di sana melihat korban, kemudian mengikat tangan dan menutup mata korban.  Kemudian terdakwa Tri mengatakan, korban akan dibawa ke rumahnya, setelah meyakinkan terdakwa Tono. Keduanya pun berpisah pulang ke rumah masing-masing.

Saat kejadian ramai, Dn kakak korban DI yang melihat kejadian, pelaku mengendarai moto matik Scoopy warna putih, melihat adiknya diangkat pelaku  ke motor, dengan pelaku mengenakan jaket hitam, bermasker dan dibawa kabur, meneriakinya culik, culik, culik.

Dari rekaman CCTV tetangga dekat rumah korban, terlihat jelas kejadian penculikan, hingga kejadian penculikan tersebut viral. Selanjutnya dilaporkan ke Polrestabes Palembang, keesokan harinya Sabtu tanggal 20 Februari 2021, kedua terdakwa diamankan dan korban selamat. (nrd) 

Share This: