- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
PSK Kampung Baru Ditawari Modal Usaha
PALEMBANG, SIMBUR – Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda menawarkan pekerjaan baru bagi warga yang berdomisili di Kompleks Taratai Putih dengan cara memberikan keterampilan khusus untuk keahlian mencari uang. Terlebih bagi pekerja seks komersial (PSK) di Kampung Baru, sebutan untuk Komplek Teratai Putih ini. Mereka ditawari modal usaha dengan syarat mau meninggalkan kebiasan menjadi penghibur pria hidung belang.
“Saya menginginkan adanya perubahan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar untuk tidak lagi melakukan kegiatan yang biasa mereka lakukan.Tentunya memberikan hiburan malam kepada laki-laki,” kata Fitri, Rabu (16/6) saat berkunjung dan memberikan edukasi dikawasan itu.
Bahkan, kata Fitri, dirinya telah menginstruksikan dinas terkait untuk memberikan pelatihan khusus berupa keterampilan termasuk modal usaha tanpa agunan. “Saya inginkan adanya dialog khusus dengan warga di Teratai Putih ini,” tegas Fitri.
Dengan adanya keterampilan dan modal usaha, mereka secara perlahan akan meninggalkan pekerjaannya.
“Perlahan-lahan memberikan edukasi agar mereka bisa memulai sebuah pekerjaan baru dan halal,” tegasnya lagi.
Ketua RT 29 Kelurahan Sukarami Sampani Kuadrat mengaku, jika sudah beberapa tahun ini banyak aktivitas terlarang sudah lama ditinggalkan sebelum terjadinya wabah Corona. “Kami lihat banyak rumah yang sudah ditinggalkan dan kosong. Memang ada beberapa yang masih melakukan aktivitas tersebut. Nah di situlah tugas kami untuk mengajak mereka agar tidak melanjutkan kembali kegiatan. Kami berikan sosialisasi dari program yang akan diberitahukan oleh Wakil Walikota Palembang,” katanya.
Lanjutnya, secepatnya ia akan melakukan sosialisasi kepada 53 kepala keluarga (KK) intinya mereka mau berubah dan mengakhiri semua kegiatan prostitusi kegiatan malam dengan mengikuti program pemerintah untuk membuka usaha melalui pinjaman tanpa agunan dari Pemkot Palembang. (kbs/rel)



