- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Kerja Sama Bukan Sebatas Kertas tapi Realisasi di Lapangan
PALEMBANG, SIMBUR – Penandatangan nota kesepakatan dilakukan Pemerintah Kota Palembang bersama Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang dan beberapa perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Perjanjian kerjasama juga dilakukan antara Dinas Pariwisata Kota Palembang bersama perguruan tinggi yakni Universitas Bina Darma, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.
Wali Kota Palembang Harnojoyo berharap, apa yang telah dilakukan tersebut dapat betul-betul terlaksana secara nyata. “Bukan hanya sebatas kertas, tetapi bagaimana realisasinya di lapangan,” kata Harnojoyo usai kegiatan yang diadakan di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Tasik Palembang, Rabu (16/6).
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Universitas Bina Darma Palembang, Hendri Zainuddin sampaikan rasa terima kasihnya kepada Walikota Palembang, H. Harnojoyo atas kepercayaannya terhadap pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan sumber daya manusia. “Tadi sudah ditandatangani langsung Walikota Palembang, H Harnojoyo,” kata Hendri Zainuddin.
Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan dan Bahasa UBD, Prof Waspodo Med PhD menambahkan, kerja sama antara Dinas Pariwisata Kota Palembang dengan Universitas Bina Darma terkait Penyelenggaraan Program Magang, Praktik Kerja Merdeka, Belajar Kampus Merdeka, dan Pembentukan Desa serta Kelurahan. Disampaikan, pihaknya akan melakukan pelatihan bahasa asing, khsusnya bahasa Inggris yang menyisir masyarakat pinggiran, seperti tukang becak dan lain sebagainya. “Itu akan dipergunakan untuk melayani pariwisata di kota Palembang,” ucapnya. (kbs/rel)



