- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Bantuan Mengalir kepada Korban Banjir
PALEMBANG, SIMBUR – Banjir yang merendam sejumlah desa di Kabupaten Musi Rawas mengundang perhatian kepala daerah. Di antaranya Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas, yakni Hj Ratna Machmud dan Hj Suwarti. Selain itu, bantuan juga dikirim Gubernur Sumatera Selatan.
Hj Ratna Machmud dan Hj Suwarti menyalurkan bantuan untuk masyarakat Desa Pasenan Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu, Sabtu (29/5). Bantuan disalurkan kepada masyarakat setempat yang tertimpa musibah banjir pada Kamis (27/5) lalu.
Bupati Hj Ratna Machmud mengatakan, semua pihak ikut prihatin atas musibah banjir yang menimpa masyarakat Desa Pasenan. Banyak kalangan turut memberikan bantuan kepada masyarakat. “Semuanya ikut merasakan musibah ini. Terbukti saat kejadian ini semua bergerak membantu. Ada dari Polres, TNI, ormas, organisasi pemuda, parpol dan berbagai elemen masyarakat lainnya,” kata Hj Ratna, Sabtu (29/5).
Dikatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan berbagai pihak atas musibah yang dialami masyarakat Desa Pasenan. “Ini merupakan bentuk rasa sayang dan cinta kami, khususnya untuk masyarakat di sini,” katanya.
Dia berpesan kepada Camat STL Ulu Terawas dan Kades Pasenan agar dapat menyalurkan bantuan tersebut sebaik mungkin kepada yang berhak menerimanya. Dia menekankan, agar jangan sampai ada masyarakat yang terlewati atau tidak mendapatkan bantuan. “Harapan kami, semoga bantuan ini bermanfaat dan berkah serta bisa membantu kesulitan masyarakat yang tertimpa musibah banjir ini,” katanya.
Sementara, Camat STL Ulu Terawas, Saparudin Husein melaporkan, diwilayahnya ada satu desa dan satu kelurahan yang terdampak banjir. Namun yang paling parah adalah di Desa Pasenan. Dimana, warga Desa Pasenan yang terdampak banjir ini sebanyak 251 kepala keluarga (KK). Dijelaskan, selain merendam rumah, banjir juga merendam berbagai fasilitas umum di desa setempat.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada bupati, wakil bupati, kajari dan kapolres yang sudah mengunjungi kami disini dan memberikan bantuan kepada masyarakat. Alhamdulillah, juga sudah banyak bantuan yang mengalir ke Desa Pasenan, dimana sampai saat ini sudah tercatat sekitar 34 donatur,” kata Saparudin Husein.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru juga membantu puluhan kepala keluarga (KK) korban banjir yang merendam pemukiman warga sejumlah desa dalam Kecamatan Selangit dan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Rawas Kabupaten Musi Rawas yang terjadi, Kamis (27/5) pagi.
Bantuan berupa 500 paket logistik yang disalurkan Gubernur Herman Deru melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Provinsi Sumsel langsung diangkut ke lokasi pada, Jumat (28/5) untuk diserahkan langsung pada warga secara lansgsung.
Menurut Kepala BPBD Sumsel H Iriansyah melalui Kabid Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori, mengatakan tim dari BPBD Sumsel sudah berangkat membawa bantuan logistik tanggap darurat tersebut ke lokasi bencana guna meringankan beban warga yang terkenda dampak banjir.
“Sesuai perintah Gubernur, kita pada hari ini langsung mengirimkan bantuan berupa paket logistik yang berisikan kebutuhan pokok sehari-hari. Meskipun jumlahnya terbatas namun setidaknya dapat membantu meringankan beban warga,” imbuhnya.
Dia menyebut banjir yang terjadi pada kamis pagi tersebut diduga akibat meluapnya debit air sungai lakitan yang merendam puluhan rumah warga tersebar di di Kecamatan Selangit yakni Desa Batu Gane, Desa Muara Nilau, Desa Prabumenang, Desa Taba Gindo. Sedangkan banjir yang melanda Kecamatan STL Ulu Terawas terjadi di Desa Pasenan.
“Diperkirakan penyebab banjir karena intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan meluapnya sungai dan terendamnya ratusan rumah warga,” katanya.
Dijelaskannya, ketinggian air pada saat banjir merendam pemukiman warga mencapai 1,5 meter sehingga warga harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman. “Sejauh ini tidak ada korban jiwa, air berangsur surut sebagian besar warga saat ini sudah ada yang kembali kerumah mereka. Namun sebagian lagi masih ditampung di rumah kerabat mereka yang terdekat,” tandasnya.(red/rel)



