- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Cegah Klaster Pasar, Bagikan Ratusan Masker
LAHAT, SIMBUR – Saat ini, Lahat berada di Zona kuning atau resiko rendah sebaran Covid-19 kemudian disusul oleh Kabupaten Musi Rawas Utara dan Kabupaten Empat Lawang merujuk pada data peta risiko Satgas pusat. Namun tidak tertutup kemungkinan, akan terjadi baru l menjelang lebaran yaitu “cluster pasar yang bisa saja membawa lonjakan Penderita Covid-19 disebabkan membeludaknya warga masyarakat yang melakukan transaksi jual beli kebutuhan bahan pokok sehari menjelang lebaran Idulfitri.
Pelanggaran protokol kesehatan terjadi secara masif dikarenakan penjual dan pembeli sama sama tidak mematuhi Protokol kesehatan di pasar, utamanya penggunaan masker oleh masyarakat. Mirisnya lagi, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memakai masker di tempat keramaian tak hanya terjadi di pasar saja.
“Kurangnya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan diri di masa pandemi Covid-19 yang berkepanjangan seperti saat ini. Justru sangat mengkhawatirkan berbagai kalangan masyarakat dan disiplin diri untuk menerapkan ubah lagu,” terang Ketua SMSI Lahat, Dafri Yohari FR.
Berdasarkan pantauan pada pagi Rabu (12/5), SMSI Kabupaten Lahat mengambil langkah untuk membagi bagikan masker di kedua pasar yang ada di pusat Kota Lahat tersebut. “Pembagian masker dilakukan di pasar tradisional mandiri ( PTM), karena pasar PTM ini adalah pasar pagi dan selalu dipadati oleh pembeli,” sebut dia.
Di tengah padatnya warga yang hendak membeli kebutuhan seperti daging segar jenis hewan sapi dan kerbau yang sejak kemarin sudah bertengger di harga Rp140 ribu/kilogram untuk dijadikan sebagai menu pilihan hidangan hari lebaran, anggota SMSI Kabupaten Lahat membagi bagikan masker kepada warga, baik itu pedagang maupun pembeli dipasar tersebut.
Selanjutnya para pemilik media yang tergabung di SMSI Kabupaten Lahat mendatangi Pasar Lematang yang terletak di Pusat Kota Lahat untuk kembali membagi bagikan masker kepada para pedagang dan pembeli. Sebanyak 500 masker yang dibagikan oleh SMSI lahat kepada masyarakat yang berbelanja di kedua pasar tersebut, tentunya belum bisa mencukupi. Setidaknya terdata 500 orang sudah memakai masker sebagai langkah pertama untuk mengantisipasi, agar tidak terpapar virus Covid-19.
Apa yang dilakukan oleh SMSI Lahat sehari menjelang lebaran ini, adalah sebagai bentuk kesadaran dalam upaya memberikan edukasi kepada masyarakat agar turut berperan serta secara aktif menurunkan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lahat. Hal tersebut sejalan dengan program 3M yang digaungkan oleh Pemkab Lahat, agar Kabupaten Lahat bisa segera terbebas dari Covid-19.
“Apa yang kami (SMSI Lahat-Red) lakukan seperti sekarang ini, adalah sebagai wujud kepedulian kami kepada kabupaten Lahat agar bisa secepatnya bisa kembali ke Zona Hijau jika hal tersebut bisa dicapai maka warga masyarakat kabupaten lahat bisa kembali beraktivitas tanpa rasa khawatir terpapar Covid-19,” ucap Ade Sekretaris SMSI Lahat.
Namun terselip kekhawatiran akibat dari kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan itu sendiri, bisa saja membawa Kabupaten Lahat ke Zona orange atau Zona Merah. Jika warga masyarakat justru terlihat enggan berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri masing masing. “Bisa kami saksikan bersama saat ini mayoritas warga masyarakat yang melakukan kegiatan sehari menjelang lebaran yang sama sekali tidak menggunakan masker ketika berada dikerumunan seperti pasar, satu juta pun masker yang dibagikan akan sia sia jika warga masyarakat sama sekali tidak perduli dengan kesehatannya sendiri,” ujar Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah SMSI Sumsel, Ishak Nasroni.(red/rel)



